Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lima Hari Tanpa Kabar, Kakek Asal Giripurwa PPU Ditemukan Tak Bernyawa Usai Menjala Ikan di Kawasan Hutan

Ari Arief • Minggu, 19 April 2026 | 10:01 WIB

 

EVAKUASI JENAZAH: Personel BPBD PPU saat mengevakuasi jenazah pemancing asal PPU yang ditemukan di dalam hutan PT Fajar Surya Swadaya, Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Paser.(ist/kp)
EVAKUASI JENAZAH: Personel BPBD PPU saat mengevakuasi jenazah pemancing asal PPU yang ditemukan di dalam hutan PT Fajar Surya Swadaya, Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Paser.(ist/kp)

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kabar duka menyelimuti warga RT 02, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Penajam Paser Utara (PPU). Tusiman (65), seorang kakek yang dilaporkan hilang selama lima hari saat pergi menjala ikan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (18/4) pagi.

Jasad korban ditemukan di area hutan PT Fajar Surya Swadaya (FSS), tepatnya di Patok 90, Desa Muara Toyu, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang pihak keluarga dan tim gabungan sejak Tusiman meninggalkan rumah pada Selasa (14/4) sekitar pukul 07.30 Wita.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji ke-13 PPPK 2026 Cair, Nominal Terbesar Rp4.462.500, Yuk Intip Besaran Terbarunya di Sini

Berdasarkan keterangan keluarga, korban pamit untuk mencari ikan di kawasan PT FSS wilayah Kelurahan Sotek tanpa membawa bekal makanan.

"Korban pergi seorang diri. Selama lima hari ponselnya mati dan tidak ada kabar, sehingga keluarga melapor ke pihak berwenang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila dikutip Minggu (19/4).

Evakuasi Dramatis di Medan Terjal

Setelah menerima laporan pada pukul 10.07 Wita, tim reaksi cepat dari BPBD PPU langsung bergerak menuju titik koordinat 1.2794S 116.3838E.

Meskipun lokasi penemuan masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Paser, koordinasi lintas wilayah dilakukan secara intensif mengingat korban merupakan warga PPU.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Cair Mulai Juni, Bakal Dibayar Full atau Dipotong? Ini Kata Menkeu

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Polres PPU, Polsek Penajam, Inafis, hingga Babinsa dan warga, harus berhadapan dengan kondisi geografis yang ekstrem.

"Kondisi medan di lapangan cukup terjal dan licin. Hal ini sempat menyulitkan personel saat hendak membawa jenazah dari titik penemuan ke kendaraan evakuasi," tambah Nurlaila.

Langsung Dikebumikan

Setibanya di lokasi, Tim Inafis Polres PPU terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap jenazah. Setelah prosedur kepolisian selesai, barulah tim BPBD mengevakuasi jasad korban menggunakan unit yang tersedia.

Meski terkendala medan, operasi kemanusiaan ini berjalan lancar. Mengingat kondisi jenazah yang sudah beberapa hari, pihak keluarga memutuskan untuk langsung membawa korban ke rumah duka di Desa Giripurwa menggunakan ambulans desa untuk segera dikebumikan.

Baca Juga: Guru Kaget! Status Info GTK Mendadak Berubah Warna Biru Lagi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih waspada dan melaporkan rute perjalanan saat hendak beraktivitas di dalam hutan atau area konsesi yang jauh dari pemukiman.

Data tim gabungan di lapangan terdiri dari personel BPBD PPU, Polres/Polsek PPU, Inafis, Babinsa  dan Bhabinkamtibmas Giripurwa, Satpol PP, serta warga setempat. Kegiatan ini melibatkan armada 2 unit Mobil Ops BPBD, 1 Unit Mobil Polsek, 1 Unit Ambulans Desa, dan 3 unit pickup warga.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Tusiman hilang #evakuasi jenazah #BPBD PPU #ppu