KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Sebanyak 60 warga dari kelompok rentan di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, menjadi sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Polres Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (19/5).
Aksi sosial ini menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B). Program ini digulirkan sebagai langkah taktis untuk mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Agenda yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Nipah-Nipah tersebut dikomandoi langsung oleh SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU.
Langkah ini sekaligus menjadi intervensi nyata dalam pemenuhan nutrisi bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus di wilayah tersebut.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Kamtibmas, Polres PPU Awasi Ketat Remaja yang Kumpul Larut Malam
Hadir dalam kegiatan itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara bersama Wakapolres PPU Kompol Awan Kurnianto, Ketua Bhayangkari Cabang PPU Ny. Ayu Alek, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Mariyani Awan, Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisirat, Lurah Nipah-Nipah Syaryadi, unsur pemerintah kelurahan, kader posyandu, serta para penerima manfaat MBG.
Sebanyak 60 warga penerima manfaat dari dua posyandu di wilayah Kelurahan Nipah-Nipah menerima bantuan makanan bergizi dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Rinciannya, 20 penerima berasal dari Posyandu Cepaka 4 dan 40 penerima dari Posyandu Cepaka 5.
Lurah Nipah-Nipah, Syaryadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres PPU beserta tim SPPG Kemala Bhayangkari yang telah menunjukkan perhatian nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul.
“Kami atas nama Pemerintah Kelurahan Nipah-Nipah dan seluruh warga masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres PPU. Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak yang membutuhkan perhatian gizi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten PPU, Jansje Grace Makisirat, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan gizi dan pencegahan stunting di masyarakat.
Ia menilai program MBG yang dilaksanakan SPPG Polres PPU menjadi bentuk nyata sinergitas antarinstansi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai elemen pemerintah dan masyarakat.
“Intervensi gizi tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak agar program kesehatan masyarakat dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan penegakan hukum, namun juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Baca Juga: Polres PPU Sidak SPPG, Makanan Pelajar Penajam Dinyatakan Aman!
Menurut Kapolres, program MBG merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat menyiapkan generasi penerus yang sehat dan tangguh.
“Kehadiran kami melalui Program Makan Bergizi Gratis ini adalah bentuk komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak,” tegas Kapolres.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan bergizi serta makan bersama para penerima manfaat. Suasana penuh kehangatan tampak saat personel Polres PPU, Bhayangkari, pemerintah daerah, dan masyarakat berbaur dalam kegiatan sosial tersebut.
Program MBG yang digagas SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pencegahan stunting di Kabupaten PPU. (*)
Editor : Almasrifah