KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus menyingkap peta risiko penyakit di tengah masyarakat.
Hingga Juni 2026, berdasarkan data Dashboard Sehat Indonesiaku (ASIK), ribuan warga terdeteksi memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Obesitas, karies gigi, dan hipertensi menduduki peringkat teratas dari sepuluh besar penyakit yang paling banyak diidap masyarakat di daerah ini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan PPU, Lukasiwan Edi Saputro, mengungkapkan bahwa program skrining massal ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk melakukan pemetaan dini sekaligus intervensi layanan kesehatan secara preventif.
"Melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, kita bisa melihat langsung pola risiko kesehatan masyarakat kita. Data ter-update per Juni 2026 menunjukkan adanya pergeseran tren-tren penyakit berisiko di mana masalah obesitas melonjak signifikan, di samping karies gigi dan hipertensi yang masih mendominasi," kata Lukasiwan saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).
Baca Juga: Penajam Deteksi 50 Suspek TBC, Polres PPU Perkuat Sinergi Eliminasi Penyakit, Kenali Gejalanya
Berdasarkan data profil penyakit hasil CKG tahun 2026, Obesitas menempati urutan pertama risiko penyakit terbesar di PPU. Dari total 9.458 warga yang melakukan skrining, sebanyak 4.510 orang atau sekitar 47,68 persen dinyatakan berisiko obesitas. Angka ini meningkat drastis dibandingkan 2025 yang mencatat 1.299 warga berisiko (9,85 persen) dari 13.175 orang yang diperiksa.
Di posisi kedua, masalah Karies Gigi mencatatkan persentase kerawanan tertinggi secara klinis. Pada 2026 ini, dari 3.869 warga yang diperiksa, terdapat 2.517 orang (65,05 persen) yang mengalami karies gigi. Tren ini konisten tinggi sejak tahun 2025, di mana karies gigi juga menyerang 8.479 warga dari 13.200 yang diskrining (64,23 persen).
Sementara itu, Hipertensi (tekanan darah tinggi) tetap menjadi ancaman laten teratas untuk penyakit tidak menular. Di tahun 2026, tercatat sebanyak 1.745 warga berisiko hipertensi dari total 9.387 orang yang diskrining (18,58 persen). Walau persentasenya menurun dibanding tahun 2025 yang menyentuh angka 23,27 persen (3.129 warga dari 13.443 skrining), jumlah temuan kasus riilnya dinilai tetap memerlukan penanganan serius.
Selain ketiga penyakit utama tersebut, Lukasiwan juga memaparkan tujuh jenis risiko penyakit lain yang masuk dalam jajaran 10 besar sepanjang tahun 2026, yakni gangguan penglihatan 605 warga berisiko dari 3.348 orang yang diperiksa (18,07%).
Baca Juga: Haji Bolot Masuk Rumah Sakit, Terkapar Lemas Pakai Selang Oksigen, Sakit Apa?
Kemudian, diabetes 558 warga berisiko dari 8.830 orang yang diperiksa (6,31%), risiko gejala depresi 202 warga berisiko dari 8.472 orang yang diperiksa (2,38%), risiko tinggi kanker usus 198 warga berisiko dari 1.309 orang yang diperiksa (15,12%).
Berikutnya, risiko gejala cemas 163 warga berisiko dari 8.472 orang yang diperiksa (1,92%), Dislipidemia (kolesterol tinggi) 64 warga berisiko dari 73 orang yang diperiksa (87,67%), dan gangguan pendengaran 45 warga berisiko dari 3.348 orang yang diperiksa (1,34%).
Baca Juga: Menang Uji Coba 2-1 atas Nigeria, Portugal Tatap Piala Dunia Beriring Frustrasi Cristiano Ronaldo
Terkait tingkat partisipasi masyarakat, per 1 Juni 2026, total pendaftar program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) di Benuo Taka, PPU mencapai 13.411 jiwa, dengan jumlah peserta yang berhasil dilayani penuh sebanyak 12.528 jiwa (capaian 6,10 persen dari total 205.456 proyeksi jumlah penduduk PPU). Angka partisipasi berjalan ini masih bergerak dinamis dibanding total capaian sepanjang tahun 2025 lalu yang berhasil melayani 19.060 peserta (9,27 persen).
Secara kewilayahan di tahun 2026, Puskesmas Babulu mencatatkan volume pelayanan tertinggi dengan melayani 2.713 peserta dari 2.791 pendaftar. Namun secara persentase capaian target wilayah, Puskesmas Sebakung Jaya menempati efektivitas tertinggi dengan capaian PKG sebesar 16,81 persen (867 warga dilayani dari 5.155 penduduk).
Baca Juga: Sengkarut Draf APBD PPU, Disomasi LAKI, BKAD Sebut Dokumen Anggaran Sudah Terbuka untuk Umum
Sebaliknya, wilayah urban dengan jumlah penduduk besar seperti Puskesmas Penajam baru melayani 1.856 warga (3,94 persen) dan Puskesmas Petung melayani 2.257 warga (6,09 persen).
Menyikapi gambaran data tersebut, Lukasiwan Edi Saputro menegaskan Dinas Kesehatan PPU akan segera merumuskan langkah taktis berupa edukasi gaya hidup sehat secara masif ke tingkat desa/kelurahan, serta optimalisasi pos binaan terpadu (posbindu).
Baca Juga: Pengcab ALTI Balikpapan Belum Masuk Keanggotaan, KONI Imbau Segera Ajukan
"Skrining ini adalah alarm awal. Melalui data ini, kami mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan pola makan untuk mencegah obesitas, mengurangi konsumsi makanan pemicu hipertensi, dan rutin memeriksakan kesehatan. Dinas Kesehatan bertekad untuk terus memperluas jangkauan CKG ini agar deteksi dini bisa menyasar seluruh lapisan masyarakat PPU secara merata," tandasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko