Kejar Target 69 Ribu KK, Disdukcapil PPU Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Ahmad Maki • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 08:23 WIB
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Disdukcapil PPU, Andi Bachtiar Latief.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Disdukcapil PPU, Andi Bachtiar Latief.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah daerah terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang terintegrasi dengan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos). Untuk mengejar target, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta melibatkan unsur TNI-Polri, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil PPU, Andi Bachtiar Latief, menyampaikan bahwa keterlibatan aparat teritorial tersebut merupakan instruksi langsung pemerintah pusat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas bertugas sebagai agen di lapangan untuk mendampingi sekaligus mendaftarkan masyarakat ke program Perlinsos. Setiap petugas ditargetkan mampu mendaftarkan hingga 100 orang per hari.

“Dua pekan lalu kita sudah menggelar sosialisasi dan aktivasi IKD untuk anggota TNI-Polri. Tidak ada pelatihan khusus, namun sosialisasi resmi mengenai tata cara pendaftaran mandiri maupun melalui agen telah disampaikan langsung oleh tim Dinas Sosial,” kata Bachtiar saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Kabut Asap di Malaysia Picu Lonjakan Kasus Gangguan Pernapasan pada Hewan Peliharaan

Meski proses pendataan dan aktivasi secara keseluruhan dipantau melalui portal resmi Dinas Sosial, hasil koordinasi menunjukkan progres yang cukup positif. Dari total target 69.000 kepala keluarga (KK), sekitar 6.000 KK telah berhasil terdata dan teraktivasi. Disdukcapil PPU optimistis angka tersebut akan terus meningkat.

“Jika dibandingkan dengan daerah lain pada pelaksanaan batch 3, seperti PPU, Kutai Timur (Kutim), dan Kota Samarinda, capaian aktivasi Perlinsos di wilayah PPU tercatat paling tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya jemput bola terus digencarkan setiap pekan, mulai Senin hingga Kamis, melalui kolaborasi Disdukcapil dan Dinas Sosial di tingkat desa dan kelurahan. Sepanjang pekan lalu, pelayanan keliling telah menjangkau sejumlah wilayah, yakni Silkar dan Tanjung Tengah pada Senin, Kelurahan Petung pada Rabu, serta Sotek pada Kamis.

Untuk pekan berikutnya, tim pelayanan dijadwalkan menyisir sejumlah titik strategis. Pada Senin, pelayanan menyasar Kecamatan Waru, kemudian berlanjut ke wilayah Sepaku, Karang Jinawi, dan Mentawir pada Selasa hingga Jumat.

“Sementara minggu terakhir (akhir bulan) akan menyasar Desa Api-api, OIKN MPP, dan Buluminung (Senin–Kamis),” rincinya.

Meski sinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas berjalan tanpa kendala teknis, pelayanan di lapangan masih menghadapi hambatan eksternal, terutama gangguan jaringan dan pemadaman listrik.

Baca Juga: Dermaga Tanjung Keramat Belum Beroperasi, Akses Jalan Ditargetkan Tuntas 2027

Salah satu kendala terjadi saat pelayanan di Kelurahan Sotek. Setelah istirahat siang, listrik mendadak padam sehingga proses pelayanan terhenti dan masyarakat harus menunggu. Karena perbaikan oleh PLN diperkirakan baru selesai pukul 15.00 Wita, tim akhirnya menghentikan pelayanan demi efisiensi waktu warga.

“Kasihan masyarakat yang sudah berkumpul dan mengantre. Karena tidak memungkinkan menunggu terlalu lama, kami merencanakan untuk menjadwalkan ulang (reschedule) pelayanan di Sotek pada November mendatang,” jelasnya.

Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran pendataan, seluruh pelayanan masyarakat dipusatkan di satu lokasi, yakni kantor desa atau kelurahan setempat. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Andi Bachtiar Latief Babinsa dan Bhabinkamtibmas disdukcapil ppu identitas kependudukan digital perlindungan sosial