KALTIMPOST.ID, RABAT – Foto dua pemain tim nasional Maroko, Achraf Hakimi dan Yassine Bounou, menjadi perbincangan di media sosial setelah dikaitkan dengan dukungan terhadap tim nasional Mesir yang tersingkir secara kontroversial dari Piala Dunia 2026.
Dalam foto yang beredar luas, Hakimi dan Bounou terlihat berpose dengan tangan menyilang membentuk huruf X. Gestur tersebut dianggap sebagian warganet sebagai bentuk solidaritas kepada pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang mengkritik kepemimpinan wasit saat Mesir kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar, Rabu (8/7).
Spekulasi itu semakin menguat setelah muncul berbagai unggahan bernada solidaritas terhadap Mesir sebagai sesama negara Afrika dan dunia Arab. Salah satunya memuat kalimat, “Demi Tuhan, kalian adalah kebanggaan Afrika dan dunia Arab”, yang diklaim berasal dari akun resmi timnas Maroko.
Baca Juga: Makin Nyaman, Ini Daftar Kereta yang Pakai Rangkaian Ekonomi New Generation per Juli 2026
Namun, hingga Kamis (9/7), unggahan tersebut tidak ditemukan di akun Instagram resmi timnas Maroko, @equipedumaroc. Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut.
Media Mesir, Cairo24, kemudian meluruskan informasi yang beredar. Dalam laporannya disebutkan bahwa foto Hakimi dan Bounou bukan diambil setelah pertandingan Mesir melawan Argentina.
“Foto dua pemain Maroko dengan gestur tangan berbentuk huruf X yang dikaitkan sebagai bentuk solidaritas kepada pelatih Mesir Hossam Hassan bukan foto baru. Gambar itu merupakan dokumentasi sesi pemotretan resmi timnas Maroko sebelum Piala Dunia dimulai,” tulis Cairo24.
Sementara itu, kontroversi laga Mesir kontra Argentina masih berlanjut. Dilansir dari Reuters, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) melalui presidennya, Hany Abou Rida, telah mengirim surat protes resmi kepada FIFA.
EFA meminta FIFA memeriksa kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang memimpin pertandingan tersebut. Federasi menyoroti penggunaan VAR saat menganulir gol Mostafa Ziko pada menit ke-58, tetapi tidak digunakan dalam insiden yang diduga pelanggaran terhadap pemain Mesir sebelum gol kemenangan Argentina yang dicetak Enzo Fernandez pada masa injury time. (*)
Editor : Ery Supriyadi