KALTIMPOST.ID, INGLEWOOD – Perempat final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua kekuatan Eropa, Spanyol dan Belgia, di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu dini hari (11/7). Selain pertarungan antartim, laga ini juga menyajikan duel menarik dua penjaga gawang elite, Unai Simon dan Thibaut Courtois.
Bagi Simon, pertandingan ini menjadi kesempatan membuktikan diri sejajar dengan Courtois. Selama berkarier di level klub, kiper Athletic Bilbao itu kerap berada di pihak yang kalah saat menghadapi Courtois yang membela Real Madrid.
Namun, situasinya berbeda di level tim nasional. Ini akan menjadi pertemuan pertama keduanya dalam laga internasional sekaligus panggung besar bagi Simon untuk menunjukkan kualitasnya.
Baca Juga: Tak Lagi 58 Tahun, Prabowo Resmi Ubah Batas Usia Pensiun Polri, Ini Ketentuan Terbarunya
Penjaga gawang berusia 29 tahun itu tampil impresif sepanjang turnamen. Hingga babak perempat final, Simon menjadi satu-satunya kiper yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026.
“Memperpanjang menit-menit tanpa kebobolan gol di Piala Dunia benar-benar berharga bagi saya,” ujar Simon kepada Diario AS.
“Aku ingin terus menambah menit bermain tanpa kebobolan agar siapa pun yang ingin memecahkan rekor ini akan kesulitan,” lanjut kiper yang telah mengoleksi 63 caps bersama Timnas Spanyol tersebut.
Sementara itu, Courtois datang dengan reputasi sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Meski sudah kebobolan lima kali sejak fase grup, statusnya sebagai peraih Golden Glove Piala Dunia 2018 tetap membuatnya menjadi figur penting di bawah mistar Belgia.
Gelandang serang Spanyol Dani Olmo mengakui kualitas penjaga gawang berusia 34 tahun tersebut.
“Courtois adalah kiper terbaik dunia dan sangat tangguh. Tetapi kami juga memiliki Unai yang masih nirbobol. Ini bisa menjadi duel yang luar biasa,” katanya.
Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Kaltim Tembus USD1,51 Miliar, Tertinggi Sepanjang 2026
Courtois Serasa Pulang ke Rumah
Bagi Courtois, menghadapi Spanyol memiliki makna tersendiri. Negara tersebut sudah seperti rumah kedua baginya setelah meraih berbagai kesuksesan bersama Atletico Madrid dan Real Madrid.
Kiper yang telah mengoleksi 114 caps bersama Belgia itu mengakui laga melawan La Roja tidak akan mudah. Meski begitu, ia tetap optimistis.
“Saya pastikan tidak akan kebobolan,” ujar Courtois kepada Mundo Deportivo.
Peraih tiga kali Zamora Trophy itu juga menyebut winger muda Spanyol, Lamine Yamal, sebagai pemain yang paling diwaspadai.
“Dia akan sangat sulit dihentikan,” tegasnya.
Adu Rekor Tak Terkalahkan
Tak hanya duel kiper, pertandingan ini juga menjadi ajang adu rekor dua pelatih yang sedang berada dalam tren positif.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente belum merasakan kekalahan dalam 36 pertandingan terakhir. Kekalahan terakhir La Roja terjadi saat menghadapi Skotlandia pada Kualifikasi Euro 2024, Maret 2023.
Di kubu Belgia, Rudi Garcia juga membawa timnya tampil konsisten sejak ditunjuk pada Januari 2025. Di bawah arahannya, Belgia mencatatkan 18 pertandingan tanpa kekalahan dengan rincian 12 kemenangan dan enam hasil imbang.
“Kami ingin melanjutkan tren positif ini,” ujar Garcia.
Dengan kualitas dua kiper kelas dunia, lini serang bertabur bintang, serta rekor impresif kedua pelatih, duel Spanyol kontra Belgia diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di perempat final Piala Dunia 2026. (*)
Data & Fakta
Spanyol
- Menang 12 kali dari 22 pertemuan melawan Belgia.
- Menang 2-0 pada pertemuan terakhir dalam laga uji coba.
- Empat kali gagal dan dua kali sukses melewati perempat final Piala Dunia.
- Rasio gol Mikel Oyarzabal di timnas mencapai 0,5 gol per laga, hanya kalah dari David Villa dan Fernando Morientes.
Belgia
- Berpeluang menyamai capaian semifinal Piala Dunia 1986 dan 2018.
- Thibaut Courtois menjadi satu-satunya pemain Belgia yang saat ini bermain di LaLiga.
- Axel Witsel berpotensi mencatat caps ke-140 dan semakin mendekati rekor Jan Vertonghen (157 caps).