Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tegaskan Enggan Muncul Konflik, Pembangunan Dermaga Wisata Samarinda Seberang Ditunda Sementara

Denny Saputra • Senin, 20 Mei 2024 | 15:30 WIB
DISELESAIKAN BERTAHAP: Pemerintah masih ingin berdiskusi dengan warga yang terdampak terkait rencana pemkot membangun dermaga wisata di kawasan Samarinda Seberang.
DISELESAIKAN BERTAHAP: Pemerintah masih ingin berdiskusi dengan warga yang terdampak terkait rencana pemkot membangun dermaga wisata di kawasan Samarinda Seberang.

 

 

Rencana pembangunan dermaga wisata di depan Masjid Shiratal Mustaqim, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, untuk sementara ditunda.

SAMARINDA–Pertimbangan dan masukan masyarakat menjaga alasan pemerintah mengingat tingginya potensi konflik sosial di sana.
Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi menerangkan, ide awal pembangunan dermaga bertujuan membangkitkan pariwisata di Samarinda Seberang, mengingat daerah tersebut memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang besar. Namun, akses menuju ke area wisata saat ini terbatas, terutama bagi wisatawan. "Pemkot ingin membuka akses baru melalui dermaga. Karena untuk melebarkan jalan kurang memungkinkan, berpotensi menimbulkan masalah sosial yang lebih besar. Dermaga itu menjadi alternatif tanpa mengubah kondisi yang sudah ada,” ujarnya, Minggu (19/5).
Dia menerangkan, pembangunan dermaga memang membutuhkan lahan, dan hal itu dikhawatirkan warga yang sudah lama tinggal di sepanjang sungai, khususnya area yang diplot untuk pembangunan. Camat menyebut sudah tiga kali melakukan pendekatan ke warga, terlebih di setiap kesempatan selalu menerangkan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penggusuran, tanpa memberi ganti rugi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Mungkin masyarakat melihat metode yang dilakukan pemerintah tidak sesuai dengan mereka, makanya sampai saat ini masih ada penolakan,” ucapnya.

Dirinya berharap warga memberikan waktu kepada pemkot untuk mendata dan menilai. Setelah itu, baru bisa ditentukan apakah mereka setuju atau tidak. “Karena tidak serta-merta langsung digusur,” bebernya. Dia menyadari bahwa itu bukan keputusan yang mudah, karena warga di sana sudah tinggal secara turun-temurun. Ada kekhawatiran bahwa jika lahan mereka dibeli pemerintah, akan terpencar secara sosial dengan keluarga atau tetangga. Selain itu, mereka merasa bahwa ganti rugi yang ditawarkan tidak cukup.

"Atas perintah wali kota, langkah pembangunan dermaga ditunda sementara waktu untuk menghargai pendapat warga. Pemerintah akan terus melakukan dialog dan mencari solusi terbaik untuk semua pihak,” tegasnya. (dra/k16)

DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46

Editor : Dwi Restu A