Dalam rangka memperingati Hari Nusantara, DPD HNSI Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kegiatan ini sebagai wujud nyata dukungan terhadap kualitas hidup anak-anak nelayan dan kesejahteraan keluarganya.
Bukan sekadar acara seremonial, MBG di Balikpapan menjadi bagian dari rangkaian aksi serentak yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini juga mencerminkan dukungan HNSI terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Hari Nusantara tak sekadar peringatan biasa. Ia mengingatkan bangsa ini pada Deklarasi Djuanda yang menjadi landasan kedaulatan maritim Indonesia.
Lydia Assegaf, Sekretaris Jenderal DPP HNSI, menyebut bahwa program MBG selaras dengan semangat tersebut.
“Kami ingin menegaskan kembali pentingnya laut sebagai sumber kehidupan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak dengan asupan protein hewani berkualitas, khususnya dari ikan yang kaya gizi,” ujar Lydia.
Tak hanya menyoal kesehatan, MBG juga menjadi langkah strategis pemberdayaan ekonomi nelayan. Dengan memanfaatkan hasil tangkapan ikan lokal, program ini menggerakkan roda ekonomi komunitas, termasuk pelaku UMKM yang terhubung dengan sektor perikanan.
Jumlah nelayan di Indonesia yang mencapai 14,9 juta masih didominasi oleh masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Melalui MBG, HNSI memulai langkah kecil untuk menciptakan perubahan besar.
“Ini bukan hanya tentang membagikan makanan bergizi, tetapi juga membangun sinergi lintas sektor. Tujuannya adalah menuju nelayan yang sejahtera dan bangsa yang kuat,” tegas Lydia.
Di Kalimantan Timur, Hasrun Jaya, Sekretaris DPD HNSI, menjadi saksi langsung bagaimana program ini berdampak nyata bagi anak-anak nelayan.
“Kami ingin mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa,” ujarnya.
Hasrun juga menekankan pentingnya Program Ekonomi Biru, pendekatan yang memanfaatkan potensi kelautan secara berkelanjutan.
Menurutnya, program ini tak hanya menguatkan sektor perikanan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, sebuah fondasi penting bagi perekonomian maritim Indonesia.
Lebih dari sekadar membagikan makanan. Ia menjadi pengingat kolektif akan pentingnya gizi dalam tumbuh kembang anak.
Program MBG terus berjalan sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan generasi cerdas sekaligus memperkuat keberlanjutan hidup para nelayan.
“Kami berkomitmen mendukung langkah ini dan terus bermitra dengan pemerintah. Bersama-sama, kita wujudkan nelayan sejahtera,” tukas Hasrun. (*)
Editor : Almasrifah