KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Angin segar investasi asing kembali berhembus kencang di Kota Tepian.
Kemudahan perizinan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda disebut menjadi daya tarik utama bagi para investor mancanegara untuk menanamkan modalnya.
Terbaru, konsorsium raksasa asal Australia, Plenary Asia-Aspen Medical, berencana mengalokasikan dana tak kurang dari Rp 740 miliar untuk mengembangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel (IA) Moeis menjadi rumah sakit bertaraf internasional.
Ketertarikan investor Negeri Kanguru itu terungkap saat kunjungan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, ke RSUD IA Moeis, Selasa (23/4).
Kunjungan tersebut secara langsung meninjau kondisi rumah sakit yang diproyeksikan akan menerima kucuran dana pengembangan dari konsorsium Australia tersebut, dalam skema Public Private Partnership (PPP) atau dikenal kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dalam kesempatan itu, Todd Dias mengungkapkan bahwa potensi investasi di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, sangat menjanjikan, karena investor Australia mencari tempat dengan birokrasi mudah dan masyarakat yang mendukung.
Tak hanya sektor kesehatan, dia juga melihat peluang di sektor pertambangan dan jasa pertambangan.
"Bahkan beberapa kampus (Australia) juga mau membangun kampus di Kaltim. Tapi jika ada calon investor di sektor lain, dan jika ada proyek yang cukup menarik bagi calon investor Australia tentu kami akan mendukung," ujarnya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan bahwa pintu investasi terbuka lebar bagi siapa pun, termasuk Australia, di berbagai sektor.
Dia bahkan menawarkan eks lahan RSUD IA Moeis sebagai area bisnis potensial. Andi Harun menekankan komitmen pemkot dalam mempermudah perizinan bagi para investor.
"Anggap saja itu buah dari upaya kita selama kurang lebih 2,5 tahun berjuang. Akhirnya, kita mendapatkan kepercayaan investasi dari luar negeri, dari Australia bersama Plenary dan Aspen," ungkapnya.
Dia berharap pembangunan RSUD IA Moeis bertaraf internasional itu dapat segera dimulai dan ditargetkan selesai paling lambat 2027.
"Mohon doanya saja ini sukses. Saya sudah berbincang dengan Todd, kita akan coba buka peluang di sektor lain," imbuhnya.
Andi Harun membagikan "resep" Pemkot Samarinda dalam meyakinkan investor. Menurutnya, birokrasi yang tidak berbelit-belit, kemudahan perizinan, serta sikap masyarakat yang ramah terhadap investasi, menjadi kunci utama.
"Semua pihak harus bersama menjaga komitmen agar tamu yang datang, apalagi investor dengan menjamin kenyamanannya dan seluruh prosesnya berjalan dengan mudah dan berstandar, sesuai ketentuan hukum," pungkasnya.
Editor : Dwi Restu A