KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Sebuah gudang penyimpanan tangki bahan bakar minyak (BBM) di area belakang kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa, RT 36, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, terbakar, Senin (23/6) sekitar pukul 16.50 Wita.
Kobaran api sempat membuat panik sejumlah pegawai dan warga sekitar. Asap tebal mengepul dari lokasi gudang yang diketahui menyimpan tangki solar bekas.
Meski tidak berisi BBM aktif, sisa-sisa solar yang lengket di pelat dalam tangki diduga menjadi pemicu cepatnya api menyambar.
Zakky Anshari, petugas fungsional dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda mengatakan, penanganan awal sempat dilakukan menggunakan alat pemadam ringan (APAR) oleh pegawai Bappeda, namun tidak berhasil.
"Gudang itu memang tempat penyimpanan tangki solar. Penanganan awal tadi pakai APAR, tapi apinya tidak padam. Akhirnya pemadaman dilanjutkan dengan hydrant petugas kami," ucapnya.
Alarm detektor asap di dalam area gudang sempat berbunyi sebelum api membesar. Proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, Jaenal, pegawai arsip Bappeda Kaltim menjelaskan, tangki yang terbakar sebenarnya sudah kosong dan rencananya hendak dikeluarkan dari gudang.
"Kami mau keluarkan dulu, tapi pintu gudang sempit, jadi tangki dipotong dulu. Waktu dipotong, ternyata masih ada sisa solar yang menempel di dalam. Nah, percikan dari proses pemotongan itulah yang menyulut api," ujarnya.
Menurut Jaenal, saat kejadian, tidak ada aliran listrik di dalam gudang, sehingga pemicu utama diduga berasal dari proses pemotongan tangki tersebut. Diperkirakan, tangki berkelir biru yang menyulut api itu berkapasitas 5 ton BBM.
Editor : Dwi Restu A