Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pembangunan PLTSA Samarinda: Studi Kelayakan Capai 70 Persen, Pemkot Masih Selesaikan Persoalan Legalitas Lahan dan Perizinan

Denny Saputra • Rabu, 25 Juni 2025 | 16:31 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Wali Kota Samarinda Andi Harun.

SAMARINDA–Pemkot Samarinda terus memperkuat langkah dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) atau waste to energy (WTE). Proyek yang digadang menjadi solusi pengurangan sampah sekaligus penghasil energi ini kini telah memasuki tahap studi kelayakan sebesar 70 persen.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut progres ini cukup menggembirakan karena disokong langsung oleh calon investor asal Malaysia yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman proyek serupa di Tiongkok. “Sepanjang tahun ini merupakan pertemuan ketiga antara Pemkot dengan calon investor. Mereka melaporkan bahwa proses perencanaan sudah mencapai 70 persen,” ucap Andi Harun, Selasa (24/6).

Pemkot saat ini tengah menyelesaikan sejumlah aspek, terutama penentuan titik pasti pembangunan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Dari total luas lahan sekitar 30 hektare milik “Pemkot di area itu, PLTSA hanya akan memerlukan sekitar 2,5 hektare,” singkatnya.

Selain lokasi, beberapa hal teknis administratif masih perlu ditindaklanjuti, seperti legalitas tanah dan fasilitasi perizinan. Pihaknya juga akan mengundang PLN untuk pembahasan lanjut. “Karena nantinya mereka sebagai off-taker yang akan membeli daya listrik dari PLTSA ini,” jelasnya.

Teknologi yang akan digunakan mengadopsi sistem sub-critical hydrolysis, yakni metode pemrosesan sampah menggunakan tekanan air sangat tinggi. Teknologi ini sudah terbukti diterapkan di beberapa negara, salah satunya di Taipei, Taiwan. “Teknologi ini ramah lingkungan dan efisien, dan telah digunakan di beberapa kota lain seperti Solo. Yang penting, investor sudah membuat business plan yang matang,” imbuhnya.

Pemkot, kata Andi, hanya menyediakan lahan dan memastikan kelancaran proses fasilitasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ESDM dan PLN. Dari kalkulasi awal, Samarinda menghasilkan lebih dari 600 ton sampah per hari. Nantinya, PLTSA ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya sekitar 20 KVA.

“Ini kabar baik bagi kita. Proyek ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan WTE. Samarinda termasuk kota dengan progres paling signifikan. Doakan saja semua berjalan lancar,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#samarinda #andi harun #pltsa