KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lonjakan akses publik terhadap tayangan CCTV di sekitar Gedung DPRD Kaltim membuat server pemantau lalu lintas milik Pemkot Samarinda sempat tumbang.
Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda memutuskan mengalihkan siaran dari sistem internal ke platform YouTube.
Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin menjelaskan bahwa pemindahan jalur tayangan dilakukan agar rekaman kamera pengawas tetap tersimpan. Kalau tidak dipindahkan, server streaming atau VMS (video management system), bisa down.
“Kalau sudah begitu, rekaman CCTV hilang, padahal setelah kejadian justru rekaman yang dibutuhkan,” ujarnya, Senin (1/9).
Pemkot sendiri memiliki 170 titik CCTV yang tersebar di Samarinda. Namun khusus pemantauan aksi unjuk rasa yang berpusat di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, hanya empat titik kamera yang ditayangkan secara langsung.
Warga bisa mengakses tayangan tersebut melalui kanal YouTube resmi di tautan https://www.youtube.com/live/Hst3o2q8l20. “Kenapa YouTube? Karena jangkauannya lebih luas dan bisa diakses oleh siapa saja. Sehingga masyarakat yang tidak berada di lokasi tetap bisa memantau kondisi lapangan,” terang Suparmin.
Lonjakan penonton memang sempat membuat layanan internal terganggu. Bandwidth normal Diskominfo yang hanya 600 Mbps mendapat instruksi dari Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk ditingkatkan menjadi 900 Mbps pada pagi hari.
Namun kapasitas itu tetap tidak mampu menahan beban lalu lintas digital. “Artinya ada lebih dari 15 ribu orang mengakses dalam waktu bersamaan. Itu yang membuat down,” tambahnya.
Menurut Suparmin, langkah ini bersifat sementara sambil memastikan sistem internal tetap terjaga. Prioritas utama ialah menjaga agar rekaman CCTV tidak terhapus. “Solusi YouTube dipilih karena kalau hanya mengandalkan server sendiri, sistem bisa lumpuh total,” tegasnya.
Ia memastikan tayangan langsung akan berlangsung selama aksi berlangsung. Dengan langkah itu, pemkot berharap masyarakat tetap mendapat akses informasi yang transparan, sementara server utama tetap aman menyimpan rekaman.
“Live streaming sampai selesai kegiatan. Dari 170 titik CCTV yang ada, hanya yang dilintasi massa aksi yang kami siarkan,” pungkasnya.
Empat titik kamera yang ditayangkan yakni di simpang Jalan Tengkawang ke arah Jalan Teuku Umar, simpang Jalan Teuku Umar-Rapak Indah, depan gedung DPRD Kaltim, simpang Jalan Tengkawang ke arah Jalan MT Haryono-Jalan M Said. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo