KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembangunan Asrama Polisi di Jalan Gelatik, Kecamatan Sungai Pinang, terus berjalan sesuai rencana. Proyek yang didanai dari APBD murni 2025 itu kini sudah menuntaskan lebih dari separuh pekerjaan. Hingga awal Oktober, progres fisik mencapai 71,28 persen, dan targetkan selesai pada 30 Desember 2025 mendatang.
Pengawas proyek, Febri Tampaty, menyebut pekerjaan masih on schedule meski sempat terkendala cuaca. “Sampai tanggal 7 Oktober ini progres kita masih sesuai dengan jadwal. Targetnya rampung akhir tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/10).
Proyek asrama ini dibangun untuk memperbarui fasilitas lama yang dinilai sudah tidak layak. Dalam kawasan tersebut akan berdiri 31 rumah tipe 2 untuk bintara, 9 rumah untuk perwira, satu aula, satu masjid, serta dua kolam resapan sebagai fasilitas tambahan. “Kolam resapan itu penting karena kawasan ini rawan banjir. Jadi selain menunjang kebutuhan internal, juga untuk memastikan warga sekitar tidak terdampak,” jelasnya.
Salah satu pembaruan penting dari proyek ini adalah peninggian elevasi lahan. Sebelumnya, kawasan asrama lama sejajar dengan badan jalan, sehingga kerap tergenang air. Kini, permukaan tanah dinaikkan cukup signifikan. “Mengacu ketinggian dari Jalan Gelatik, kemudian kami naikkan sekitar 85 sentimeter, lalu halaman dan bangunan rumahnya naik lagi sampai 1,25 meter dari posisi semula,” terangnya.
Meski progresnya menggembirakan, Febri tak menampik ada sejumlah kendala. Cuaca Samarinda yang sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri. “Musim kemarau tapi hujan tetap tinggi. Itu menghambat pengiriman material dan pengerjaan jalan. Jadi kami antisipasi dengan sistem lembur supaya progres tetap kejar target,” terangnya.
Pihaknya berharap pembangunan asrama baru ini bukan sekadar memperbaiki fasilitas internal kepolisian, tapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Selain lebih tertata, kawasan itu diharapkan bisa menjadi contoh pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan dan tahan banjir. “Semoga bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani