Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Remaja di Samarinda Diduga Disetubuhi Teman Orang Tuanya, Begini Reaksi Pemerhati Perempuan dan Anak

Eko Pralistio • Rabu, 12 November 2025 | 17:28 WIB
Ilusrasi pencabulan
Ilusrasi pencabulan

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Seorang remaja 13 tahun di Samarinda diduga menjadi perbuatan tak senonoh hingga persetubuhan yang dilakukan rekan orang tua korban.

Diungkapkan Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, Selasa (11/11) malam tante korban melapor ke TRC PPA. "Tantenya datang ke kami, melaporkan bahwa ada dugaan persetubuhan di bawah umur," ungkapnya, Rabu (12/11).

Mirisnya, korban yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar itu disetubuhi teman orang tua korban. Rina menceritakan asal-usul kejadian tersebut. Orang tua korban dengan temannya sering bertemu dalam membahasa pekerjaan. Kedekatan mereka itu yang mengantarkan dugaan persetubuhan di bawah umur.

"Karena sudah dekat, orang tua korban menawarkan untuk menginap di rumahnya. Karena waktu itu sudah malam, akhirnya terduga pelaku melihat korban," tuturnya.

Rina melanjutkan, terduga pelaku sering mengajak korban jalan-jalan bersama adiknya yang juga masih berusia 10 tahun. Mereka jalan mengenakan truk. "Awalnya itu korban hanya mengalami pelecehan dari si terduga pelaku. Pada Oktober 2025 terjadi persetubuhan di dalam truk," imbuhnya.

Tempat kejadiannya berada di Kecamatan Sambutan, dan terduga pelaku dalam melakukan aksi kejinya itu di depan adik korban. Dari laporan yang diterima, Rina membeberkan bahwa pada Sabtu (8/11) malam di Kecamatan Sambutan, terduga pelaku terakhir melakukan perbuatan bejat tersebut.

"Namun, ketika itu enggak sampai terjadi persetubuhan, tetapi pencabulan. Dilakukan di truk yang sama, di depan adiknya korban juga," imbuhnya.

Saat melakukan perbuatan itu terduga pelaku mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapa pun. "Korban itu sudah memberitahu orang tuanya, tapi malam orang tuanya enggak percaya. Karena tidak tahan, akhirnya korban bercerita dengan tantenya. Dan tantenya yang melapor ke kami untuk minta pendampingan," katanya.

Tante korban diketahui telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Samarinda Kota. Sedangkan tim pendamping hukumnya adalah TRC PPA Kaltim. "Hari ini laporannya. Besok baru akan visum," pungkas Rina. (*)

Editor : Dwi Restu A
#pencabulan #remaja #samarinda