Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Matangkan Rencana Sodetan Loji, Koordinasi Lintas Daerah untuk Atasi Banjir Loa Janan Ilir

Denny Saputra • Rabu, 10 Desember 2025 | 17:43 WIB
DUKUNGAN: Darmadi (kiri, berkacamata) berdiskusi dengan sejumlah pejabat teknis lainnya dalam tinjauan lapangan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Loa Janan Ilir, Selasa (9/12).
DUKUNGAN: Darmadi (kiri, berkacamata) berdiskusi dengan sejumlah pejabat teknis lainnya dalam tinjauan lapangan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Loa Janan Ilir, Selasa (9/12).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya pengendalian banjir di dua kelurahan, Simpang Tiga dan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir kembali dipercepat.

Tim Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), PUPR Kukar, dan TWAP Samarinda meninjau titik rencana pembangunan sodetan di Jalan Soekarno-Hatta KM 1, Selasa (9/12).

Sodetan ini dirancang menghubungkan Sungai Loa Lah dengan Sungai Loa Janan yang bermuara ke Sungai Mahakam, sehingga aliran air dapat terbagi dan tidak hanya menumpuk di satu jalur.

Namun, rencana ini bukan tanpa tantangan. Penolakan dari sejumlah warga di sisi Kukar kembali mencuat, terutama karena sungai tersebut menjadi tapal batas administratif antara Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Padahal, Pemkot Samarinda telah menyiapkan usulan anggaran Rp 5 miliar pada 2026 untuk mulai membangun sodetan tersebut.

“Tadi ada rapat koordinasi lanjutan soal pengendalian banjir di Loa Janan Ilir. Titik yang mau disodet di KM 1, lokasi yang sebenarnya tahun lalu direncanakan dibangun provinsi,” ujar Kabid Sumber Daya Air (sda) DPUPR Samarinda, Darmadi, Rabu (10/12).

Darmadi menjelaskan bahwa sodetan tersebut berada di Loji, tepat di tepian jalan menuju seberang Sungai Loa Janan. Di area ini, bagian kiri masuk wilayah Kukar, sedangkan kanan berada di Samarinda. Karena itu, kolaborasi dengan PUPR Kukar menjadi kunci agar proyek berjalan.

“Kalau sodetan dibangun, otomatis air akan masuk ke Sungai Loa Janan. Sungainya harus dibenahi, diperkuat turap agar bangunan warga aman dan tidak longsor,” terangnya.

Pantauan di lapangan juga memperlihatkan kondisi Sungai Loa Lah yang dianggap tidak ideal karena sempit. Dari hasil pengamatan, normalisasi yang kini dilakukan Pemprov Kaltim kemungkinan besar akan dibarengi pelebaran. “Rencananya dilebarkan juga. Tapi sementara ini fokus kita sodetan dulu sebagai outlet tambahan. Airnya biar terbagi,” kata Darmadi.

Rencana pembebasan lahan di sisi Samarinda untuk mendukung pelebaran Sungai Loa Janan juga sudah masuk dalam pembahasan. Selain itu, opsi kolam retensi ikut mengemuka, terutama di Jalan HAM Rifaddin, hulu sungai Loa Lah, karena area yang sering bnjit yakni Perumahan Haji Saleh memiliki dua sumber limpasan air dari bukit dan jaringan drainase dari Polder Barito.

“Idealnya memang ada kolam retensi. Letaknya nanti dikaji oleh BWS atau provinsi, bisa di wailayah Samarinda atau bahkan di Kukar,” ucapnya.

Pertemuan kemarin menghasilkan kesepahaman bahwa BWS dan Pemprov Kaltim akan menyusun kajian teknis (DED) terlebih dahulu. Dokumen ini menjadi dasar bagi kepala daerah untuk menentukan pembagian peran, termasuk opsi perjanjian kerja sama lintas kabupaten/kota.

“Karena menyangkut dua wilayah, nanti dari hasil DED itu akan ditentukan siapa mengerjakan apa dan di mana,” tegasnya.

Sodetan rencananya dibangun dengan panjang sekitar 600 meter dengan lebar setara badan jalan, sekitar 6 meter dan kedalaman dua meter. Jika setelah pembangunan sodetan banjir masih terjadi, maka pelebaran sungai menjadi opsi lanjutan. “Yang jelas fokus utama kita sodetan dulu. Kalau masih banjir, berarti memang dibutuhkan kolam retensi tambahan,” tegasnya.

Darmadi menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh terhenti hanya karena penolakan di awal. Koordinasi berkelanjutan dengan Pemprov Kaltim serta Pemkab Kukar harus dijaga agar perbedaan batas wilayah tidak menghambat solusi banjir warga. “Kesinambungan sangat penting. Karena itu kita harus terus bertemu dan berkoordinasi antar-daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#banjir #loa janan ilir #pengendalian banjir #samarinda