KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Perayaan malam tahun baru 2026 di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, diwarnai aksi berbahaya. Sebanyak 16 warga diamankan polisi lantaran menyalakan dan melempar petasan ke badan jalan, Kamis (1/1) dini hari.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam mengatakan, secara umum situasi kamtibmas saat pergantian tahun di wilayah tersebut berjalan aman dan terkendali. Warga yang memadati kawasan perayaan juga dinilai cukup tertib dan kooperatif mengikuti arahan petugas.
“Secara umum kondisi perayaan tahun baru kondusif, khususnya di wilayah perbatasan Polsek Sungai Pinang dan Polsek Samarinda Kota. Masyarakat cukup memahami imbauan yang kami sampaikan,” ujar Aksaruddin.
Pihaknya menyebut, dengan dukungan pos pengamanan serta imbauan yang disampaikan secara intensif, masyarakat mulai membubarkan diri secara bertahap sekitar pukul 00.30 Wita dan kembali ke rumah masing-masing.
Namun, polisi masih mendapati sekelompok anak muda yang menyalakan dan melempar petasan ke arah jalan umum. Bahkan, beberapa petasan dilaporkan sempat mengenai warga yang melintas dan dinilai membahayakan keselamatan. “Sebanyak 16 orang kami amankan karena menyalakan dan melempar petasan ke badan jalan. Selanjutnya kami lakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Aksaruddin menegaskan, kepolisian tidak melarang masyarakat merayakan malam pergantian tahun. Namun, perayaan diharapkan dilakukan dengan cara yang aman dan tidak membahayakan orang lain. “Kami imbau, khususnya kalangan muda, agar tidak menjadikan petasan sebagai bagian dari perayaan karena risikonya cukup besar, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A