KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah meninjau lokasi insinerator. Tinjauan difokuskan pada kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan menuju fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Ketua TWAP Samarinda Syaparudin mengatakan, secara umum pembangunan bangunan insinerator telah berjalan. Bahkan, dari total unit yang dibangun, tiga unit insinerator telah selesai 100 persen, sementara unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. “Bangunannya sebagian besar sudah selesai, instalasi unit insineratornya ada yang sudah rampung dan ada juga yang masih on progress,” ujarnya.
Namun, hasil tinjauan menemukan masih perlunya penyempurnaan pada akses jalan menuju lokasi insinerator. Jalan penghubung dari jalan utama ke bangunan insinerator dinilai belum sepenuhnya memadai untuk mendukung operasional kendaraan.
“Seharusnya akses jalan menuju insinerator itu dicor. Tapi melihat kondisi keuangan, untuk tahap mendesak kita lakukan pengerasan jalan terlebih dahulu agar kendaraan tetap bisa masuk dan beroperasi,” jelasnya.
Ia menyebutkan panjang akses jalan menuju insinerator bervariasi di setiap lokasi. Ada yang hanya sekitar 10 hingga 30 meter, namun ada pula yang mencapai 300 hingga 400 meter, sementara lainnya berkisar antara 70 hingga 100 meter.
Untuk solusi jangka panjang, TWAP meminta PUPR melalui Bidang Bina Marga menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pengecoran jalan akses tersebut. RAB tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi. “Karena jarak dan kondisi tiap insinerator berbeda-beda, maka RAB-nya juga tidak bisa disamaratakan. Saat ini sedang disusun oleh Bina Marga,” kata Syaparuddin.
Dalam tinjauan tersebut, TWAP bersama PUPR dan DLH meninjau delapan dari sembilan lokasi insinerator. Satu lokasi, yakni insinerator di Jalan Nusyirwan Ismail yang dipasang dua unit insinerator, tidak ditinjau karena dinilai telah siap 100 persen dan tidak memiliki kendala berarti.
Syaparudin optimistis seluruh pembangunan insinerator dapat rampung dalam waktu dekat. Dia memperkirakan pengerjaan unit yang masih berlangsung bisa selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan. “Mudah-mudahan Januari atau Februari sudah selesai semua. Untuk peresmian, kemungkinan bisa dilakukan pada Februari atau Maret, setelah seluruh kebutuhan pendukung seperti listrik PLN dan air PDAM terpenuhi,” ujarnya.
Meski beberapa unit telah rampung, Syaparudin menegaskan insinerator tersebut belum dioperasikan. Operasional dan peresmian nantinya akan menunggu kebijakan wali kota Samarinda. “Yang pasti bangunannya sudah selesai, tinggal menunggu keputusan lebih lanjut untuk peresmian dan pengoperasiannya,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A