KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan santunan kepada 200 anak yatim dhuafa di Samarinda dalam program Bahagia Anak Yatim.
Penyaluran bantuan berlangsung di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) MAN 2 Samarinda, Kamis (12/3/2026). Total dana yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp 100 juta.
Program ini menjadi salah satu agenda sosial Baznas Kaltim selama Ramadan untuk memastikan anak-anak yatim tetap merasakan kebahagiaan di bulan penuh berkah.
Kegiatan ini juga terlaksana berkat dukungan mitra perbankan syariah yang ikut berpartisipasi dalam penyaluran santunan tersebut.
Wakil Ketua IV Baznas Kaltim Achmad Suparno menjelaskan, setiap anak menerima manfaat berupa uang tabungan sebesar Rp 500 ribu yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
Selain itu, anak-anak juga memperoleh paket souvenir dan kaos senilai Rp 145 ribu sebagai bagian dari bantuan yang disalurkan.
“Total dana yang disalurkan dalam kegiatan ini mencapai Rp 100 juta. Setiap anak menerima uang tabungan Rp 500 ribu yang langsung masuk ke rekening mereka, ditambah paket souvenir dan kaos,” jelasnya.
Ia menambahkan, minat masyarakat untuk mengikuti program ini cukup tinggi. Kuota peserta bahkan telah terpenuhi sebelum batas waktu pendaftaran ditutup.
Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dukungan bagi anak yatim dhuafa masih besar. Karena itu, Baznas Kaltim terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar jangkauan bantuan dapat diperluas.
“Alhamdulillah pendaftaran sudah penuh jauh sebelum batas waktu. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat dan kebutuhan bantuan bagi anak yatim masih sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kaltim Abdurrahman AR dalam tausiyahnya mengingatkan para pendamping agar terus membimbing anak-anak dalam menjalankan ibadah dan pendidikan.
“Kita harus menanamkan rasa syukur dan semangat belajar kepada anak-anak agar mereka bisa menjadi pribadi yang bermanfaat dan tidak terus berada dalam lingkaran kemiskinan,” pesannya. (*)
Editor : Duito Susanto