Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kasus TBC-HIV/AIDS Meningkat, Manajemen, RSUD IA Moeis Tambah Ruang Isolasi

M Hafiz Alfaruqi • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:06 WIB
PELAYANAN: RSUD IA Moeis akan menambah kapasitas ruang isolasi pasien TBC dan HIV/AIDS dari enam menjadi 10 tempat tidur. (HAFIZ/KP)



 

 
PELAYANAN: RSUD IA Moeis akan menambah kapasitas ruang isolasi pasien TBC dan HIV/AIDS dari enam menjadi 10 tempat tidur. (HAFIZ/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan kasus Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Samarinda membuat kapasitas layanan kesehatan terus diuji. Sebagai rumah sakit rujukan milik pemerintah daerah, RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) bersiap menambah ruang isolasi khusus untuk pasien TBC dan HIV/AIDS guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pelayanan.

Hal itu terungkap saat kunjungan lapangan Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Samarinda yang tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS, Jumat (5/6).

Direktur RSUD IA Moeis dr Osa Rafshodia mengatakan, pelayanan pasien TBC dan HIV/AIDS selama ini berjalan baik meski masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kapasitas ruang perawatan dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

Saat ini, rumah sakit memiliki enam tempat tidur isolasi khusus untuk pasien TBC dan HIV/AIDS. Namun, kapasitas tersebut dinilai tidak lagi memadai seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan perawatan.

"Saat ini kapasitas kami enam tempat tidur. Tahun ini kami mendapat anggaran untuk menambah menjadi 10 tempat tidur," ujarnya.

Menurut dr Osa, penambahan kapasitas itu diperlukan agar pasien yang membutuhkan layanan rawat inap tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan ruang perawatan.

Ia menjelaskan, selama ini rumah sakit terpaksa mengoptimalkan ruangan lain apabila jumlah pasien melebihi kapasitas ruang isolasi yang tersedia. "Kalau pasien datang delapan orang sementara tempat tidurnya hanya enam, tentu tidak mungkin dipulangkan. Karena itu kami siapkan ruang lain yang bisa difungsikan sementara untuk isolasi," jelasnya.

Berdasarkan data RSUD IA Moeis sepanjang 2025, tercatat 16 Orang dengan HIV (ODHIV) dari total 271 orang yang menjalani pemeriksaan. Sementara itu, sebanyak 209 pasien TBC sensitif obat telah memulai pengobatan di rumah sakit tersebut.

Tren kasus TBC maupun HIV/AIDS masih menunjukkan peningkatan setiap tahun. Kondisi itu sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk serta tingginya mobilitas masyarakat di Kota Samarinda.

"Kalau melihat trennya memang meningkat. Samarinda merupakan kota singgah dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Itu tentu berpengaruh terhadap angka kasus yang ditemukan," ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan tantangan terbesar dalam penanganan TBC dan HIV/AIDS bukan hanya soal fasilitas kesehatan, tetapi juga kepatuhan pasien menjalani pengobatan serta dukungan lingkungan sosial.

Untuk pasien TBC, pengobatan harus dijalani secara rutin selama beberapa bulan hingga dinyatakan sembuh. Sementara pasien HIV/AIDS membutuhkan terapi jangka panjang agar kondisi kesehatannya tetap terkendali.

"Kalau TBC bisa sembuh. Kalau HIV lebih tepat disebut dapat dikendalikan. Karena itu peran masyarakat dan lintas sektor sangat penting agar pasien tidak berhenti berobat serta tidak mengalami stigma sosial," terangnya.

Dr Osa menilai penyusunan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan TBC serta HIV/AIDS menjadi langkah penting untuk memperjelas peran berbagai instansi dalam edukasi, pencegahan, hingga penanganan pasien.

Selain itu, regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan rumah sakit swasta dalam penanganan kasus TBC dan HIV/AIDS yang selama ini masih didominasi fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Terkait proyek penambahan ruang isolasi, Osa menyebut anggarannya telah disiapkan dan saat ini masih dalam proses review oleh Inspektorat Daerah sebelum memasuki tahap lelang. "Target kami Juli mulai dikerjakan dan Desember 2026 selesai sehingga kapasitas pelayanan bisa segera bertambah," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pansus #RSUD IA Moeis Samarinda #dr Osa Rhafsodia #tbc