Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkot Samarinda Tetap Gratiskan Buku Ajar untuk Tahun Ajaran Baru, Peringatkan Sekolah Tak Jual Buku

Denny Saputra • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:03 WIB
Wahiduddin
Wahiduddin

SAMARINDA- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkot Samarinda memastikan program penyediaan buku ajar gratis atau Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bagi siswa sekolah negeri tetap berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. Anggaran Rp17 miliar dari APBD telah dialokasikan untuk pengadaan buku yang saat ini memasuki tahap penyaluran agar dapat diterima sekolah sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli mendatang.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Wahiduddin mengatakan pemerintah berkomitmen meringankan beban orang tua sekaligus memastikan seluruh peserta didik memiliki bahan ajar yang memadai sejak hari pertama sekolah. “Ini sebagaimana arahan Walikota Samarinda Andi Harun untuk tetap memberikan buku ajar bagi siswa sekolah negeri ya,” ucapnya, Selasa (7/7).
Dia menjelaskan, seluruh kepala sekolah telah dikumpulkan untuk diberikan arahan agar tidak melakukan praktik jual beli buku kepada siswa. Sekolah diminta mengoptimalkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk kegiatan atau buku lain, kemudian menyalurkannya melalui perpustakaan sekolah sehingga dapat dimanfaatkan secara gratis oleh peserta didik.
"Sudah kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah, tidak boleh ada jual beli buku, aturan ini juga berlaku dari tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.
Menurut Wahiduddin, Wali Kota Samarinda tetap memberikan perhatian terhadap program tersebut meski kondisi keuangan daerah sedang terbatas. Sebab, penyediaan buku ajar merupakan salah satu layanan pendidikan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. "Pak Wali sangat respect karena ini menyangkut kebutuhan anak-anak. Setidaknya masyarakat bisa mendapatkan buku secara gratis," tambahnya.
Disdikbud memastikan seluruh buku untuk siswa maupun guru telah disiapkan dan kini tinggal didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan negeri agar tidak mencoba menjual buku kepada peserta didik. “Apabila masyarakat menemukan praktik tersebut, diminta segera melaporkannya kepada Disdikbud Samarinda untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani
#Wahiduddin #gratis buku ajar #larang sekolah jual buku #Disdikbud Samarinda