Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DP2KB Samarinda Dukung Gerakan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah 13 Juli

Denny Saputra • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:25 WIB
Deasy Erviyani
Deasy Erviyani

SAMARINDA- Fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi perhatian pemerintah pusat. Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) menerbitkan surat edaran untuk mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang akan berlangsung pada Senin (13/7).

Kepala DP2KB Samarinda, drg. Deasy Erviyani menjelaskan bahwa GAMAS merupakan bagian dari program prioritas cepat (quick wins) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga). Bahwa progam ini khususnya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

“Program tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan sebagai upaya membangun keluarga yang lebih kuat,” ucapnya, dikonfirmasi, Kamis (9/7).

Deasy mengungkapkan, berdasarkan Pendataan Keluarga 2025, angka fatherless di Indonesia mencapai 25,8 persen atau sekitar satu dari empat anak tumbuh tanpa peran ayah yang optimal. “Kondisi itu dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, termasuk prestasi akademik dan kesehatan mental,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey 2022 juga menunjukkan sebanyak 33 persen remaja mengalami persoalan kesehatan mental. Namun hanya 4,3 persen orang tua yang menyadari anaknya membutuhkan bantuan. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 mencatat hanya 37,17 persen anak usia 0-5 tahun diasuh secara bersamaan oleh kedua orang tua kandung.

Menurut Deasy, keterlibatan ayah dalam pengasuhan di Indonesia masih relatif rendah. Karena itu, GAMAS diharapkan menjadi momentum sederhana namun bermakna untuk memperkuat kedekatan emosional ayah dan anak sejak awal tahun ajaran.

"Gerakan ini bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, tetapi membangun ikatan emosional dan menunjukkan bahwa ayah hadir dalam proses tumbuh kembang anak," jelasnya.

Deasy berharap program GAMAS dapat menjadi momentum bagi para ayah untuk lebih terlibat dalam pengasuhan anak. Menurutnya, kehadiran ayah tidak hanya penting pada hari pertama sekolah, tetapi juga dalam setiap proses tumbuh kembang anak.

"Kami berharap semua ayah di Kota Samarinda bisa mengambil peran dan berkontribusi. Jangan sampai ketinggalan. Mari bersama-sama membantu anak-anak kita agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik," harapnya.

Ia menambahkan, GAMAS baru mulai dilaksanakan pada tahun ini. Sementara itu, Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) telah lebih dulu bergulir sejak tahun lalu dan akan terus dilanjutkan.

"Surat edaran wali kota sudah kami terbitkan tahun ini sebagai dasar pelaksanaan GEMAR dan GAMAS. Harapannya, kedua gerakan ini terus berjalan dan menjadi budaya keterlibatan ayah dalam pendidikan anak di Samarinda," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Gamas 13 Juli 2026 #Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) #drg. Deasy Erviyani