SAMARINDA – Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus memantau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Samarinda di Kecamatan Palaran menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan serentak di 93 Sekolah Rakyat se-Indonesia pada 14 Juli mendatang.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan, mulai dari sarana dan prasarana hingga dukungan pemerintah daerah, berjalan sesuai rencana sehingga proses belajar dapat dimulai tepat waktu.
Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial (Ditjen Rehsos) Kemensos RI, Jaswadi, mengatakan kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi kesiapan fasilitas pembelajaran dan asrama yang tengah diselesaikan bersama Pemkot Samarinda serta Kementerian Pekerjaan Umum.
"Kami dari Kemensos ingin memastikan pelaksanaan MPLS pada 14 Juli bisa terlaksana. Kami sedang mengevaluasi kesiapan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan pemerintah daerah, sehingga saat MPLS berlangsung semuanya berjalan lancar," ujarnya, Rabu (8/7).
Baca Juga: Ubah Bentang Bukit Jadi Sekolah Rakyat Palaran, Plt Kepala DLH Suwarso Warning Potensi Banjir!
Pada tahap awal, sebanyak 270 peserta didik baru dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan mengikuti MPLS di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi di Palaran. Sementara itu, siswa angkatan pertama yang saat ini masih belajar di sekolah rintisan dijadwalkan pindah ke gedung baru pada 30 Juli.
"Mereka akan dijadwalkan pindah ke gedung baru pada 30 Juli," katanya.
Menurut Jaswadi, progres penyelesaian fasilitas terus berjalan. Sejumlah kebutuhan utama seperti tempat tidur, kasur, dan lemari telah tersedia. Sementara perlengkapan pendukung, di antaranya handuk, sabun mandi, kain pel, hingga kaus kaki, masih dalam proses pengadaan.
"Kami mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan agar seluruh kebutuhan dasar siswa sudah tersedia sebelum MPLS dimulai," jelasnya.
Selain fasilitas asrama, Kemensos juga menyiapkan skenario alternatif untuk layanan konsumsi apabila dapur utama belum dapat difungsikan saat tahun ajaran dimulai.
Hasil peninjauan menunjukkan gedung dapur mandiri di kompleks SRT masih dalam tahap penyelesaian dan belum dilengkapi peralatan memasak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemensos membuka opsi penyediaan konsumsi melalui jasa katering.
"Kalau dapur belum siap, kami memiliki opsi menggunakan vendor atau jasa katering. Pengalaman tahun lalu, pola seperti itu pernah diterapkan," ungkapnya.
Kemensos memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga menjelang hari pertama sekolah guna memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat terpenuhi.
"Kami tetap optimistis pelaksanaan MPLS bisa digelar sesuai jadwal di sekolah baru," pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan