Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Komisi II Dorong Varia Niaga Garap Aset Menganggur, Target PAD Samarinda Tembus Rp2 Miliar

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:53 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. HAFIZ/KP
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Perumda Varia Niaga Samarinda mendapat apresiasi Komisi II DPRD Kota Samarinda.

Namun, legislatif menilai potensi perusahaan daerah tersebut masih jauh lebih besar, terutama melalui pemanfaatan aset-aset milik pemerintah yang selama ini belum tergarap.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan kontribusi PAD Perumda Varia Niaga menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Dari sekitar Rp400 juta pada 2024, meningkat menjadi Rp500 juta pada 2025, dan ditargetkan menembus lebih dari Rp2 miliar pada 2026.

Baca Juga: Jalan Bergelombang di Dua Titik Vital Bontang Ditambal, Akses ke RS PKT Jadi Prioritas

"Artinya sudah signifikan. Kami mengapresiasi peningkatan itu, tetapi masih banyak potensi yang bisa dikembangkan agar kontribusinya terhadap PAD semakin besar," ujarnya usai audiensi bersama jajaran Perumda Varia Niaga, Senin (13/7).

Selain mengevaluasi laporan keuangan dan kinerja perusahaan, Komisi II juga mendorong Perumda Varia Niaga memaksimalkan aset-aset pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan (idle). Untuk itu, DPRD berencana memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar pembahasan dilakukan secara terpadu.

"Kami akan duduk bersama BPKAD dan Varia Niaga. Banyak aset daerah yang masih idle dan berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru. Kami juga meminta blueprint bisnis agar bisa melihat peluang usaha yang dapat didukung Komisi II maupun OPD terkait," katanya.

Perumda Varia Niaga tidak hanya berfungsi sebagai penyumbang PAD, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Karena itu, keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan orientasi bisnis perlu terus dijaga.

Baca Juga: Sekolah Swasta Bontang Jadi Sasaran Pencurian, Pemkot Kaji Bantuan CCTV tapi Tunggu Kondisi APBD

"Perumda ini dibangun dengan penyertaan modal APBD pemerintah. Jadi selain membantu menjaga inflasi, mereka juga harus mampu menjadi mesin peningkatan PAD," tegasnya.

Dari hasil pembahasan, Iswandi menilai sektor jasa kemaritiman masih menjadi lini usaha paling potensial. Berdasarkan laporan keuangan yang dipaparkan, layanan assist kapal tunda (tug assist) menjadi penyumbang pendapatan terbesar, disusul sektor parkir, Bebaya Kos Syariah, hingga peternakan ayam petelur.

"Saya melihat potensi bisnis terbesar justru berada di sektor perairan Sungai Mahakam. Banyak jajaran Varia Niaga alumnus dari Pelindo, sehingga mereka memahami peluang usaha di sektor itu. Tinggal bagaimana potensi tersebut dimaksimalkan," ungkapnya.

Komisi II pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memberikan dukungan sesuai kewenangannya agar pengembangan usaha Perumda Varia Niaga berjalan lebih terintegrasi. "Tujuan akhirnya jelas, meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat. Itu yang menjadi catatan utama kami," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Perumda Varia Niaga Samarinda BPKAD Samarinda dprd samarinda pendapatan asli daerah PAD Samarinda