Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sidak Bapokting Samarinda: Wawali Saefuddin Zuhri Semprot SPBU Rusak yang Bikin Antrean BBM Mengular!

Denny Saputra • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:49 WIB
PANTAU: Saefuddin Zuhri (kiri, bertopi) bersama jajarannya di salah satu toko distributor bahan pangan, di sela sidak bapokting, Rabu (15/7). (IST)
PANTAU: Saefuddin Zuhri (kiri, bertopi) bersama jajarannya di salah satu toko distributor bahan pangan, di sela sidak bapokting, Rabu (15/7). (IST)

SAMARINDA-Pemkot Samarinda menggelar inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan barang penting (bapokting) di sejumlah titik, Rabu (15/7). Selain memastikan ketersediaan pangan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU turut disorot. Hal itu dipicu banyaknya mesin dispenser yang tidak beroperasi karena mengalami kerusakan.

Sidak dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dengan menyambangi CV Mahakam Lestari di Jalan AM Sangaji, Toko Sukri di Jalan Sentosa, SPBU dan SPBG Sentosa, Toko Sinta Berkah Abadi, Pasar Merdeka, hingga Planet Swalayan.

Saefuddin mengatakan hasil pemantauan menunjukkan stok kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga telur masih dalam kondisi aman. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga inflasi daerah tetap terkendali.

"Kalau kita lihat dari distributor, pasokan atau stok yang ada cukup bahkan lebih. Beberapa komoditas juga cenderung turun sehingga inflasi masih dalam batas yang sangat normal," ujarnya. Meski demikian, dia meminta perhatian khusus terhadap operasional SPBU. Menurutnya, banyak dispenser BBM yang tidak difungsikan karena rusak sehingga memperpanjang antrean kendaraan di jalan.

Baca Juga: Catat Jadwalnya! Jembatan Projasam 1 Bengalon Ditutup Total Mulai 20 Juli, Ini Jalur Alternatif Truk Besar

"Hanya penyalurannya yang harus diperhatikan. Mesin pengisi bensin yang tidak bisa beroperasi segera diperbaiki. Kalau satu mesin bisa kembali berfungsi, antrean masyarakat pasti berkurang," jelasnya. Pihaknya juga mendorong Pertamina bersama pengelola SPBU segera melakukan perbaikan maupun penggantian peralatan yang sudah berusia tua agar pelayanan distribusi BBM kembali optimal. “Kami berharap Pertamina bisa mengevaluasi,” singkatnya.

Selain BBM, Saef (sapaan akrab Saefuddin Zuhri) mengantisipasi potensi kenaikan harga telur seiring meningkatnya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan bersamaan dengan masuknya tahun ajaran baru. Namun hingga saat ini, kenaikan tersebut belum signifikan. “Soal telur bukan karena kenaikan, sebelumnya peternak rugi jadi sekarang harga dikembalikan ke harga normal,” tambahnya. 

“Sementara untuk harga cabai bawang dan lainnya cenderung tidak ada kenaikan,” sambungnya.
Sementara itu, Pemilik Toko Sukri, Muhammad Sukri, membenarkan harga telur mulai merangkak naik dari tingkat peternak di Pulau Jawa. Menurutnya, kenaikan bukan semata-mata dipicu program MBG, melainkan upaya peternak memulihkan harga setelah sebelumnya mengalami kerugian. "Kalau di Jawa harga dari sekitar Rp 19 ribu sekarang menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Di Samarinda kami jual sekitar Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per piring," ujarnya.

Dia memperkirakan harga telur masih berpotensi naik apabila permintaan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, meski ketersediaan barang dipastikan tetap mencukupi. “Kondisi saat ini, pasokan masih aman, ongkos angkut juga tidak ada masalah,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Bapokting Samarinda Antrean BBM Samarinda saefuddin zuhri pemkot samarinda