KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya menekan angka pengangguran di Kota Samarinda terus diperkuat. Tak sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda menghadirkan sistem auto matching dalam Mahakam Job Fair 2026 sebagai cara baru mempercepat proses rekrutmen.
Baca Juga: Pendaftaran Selter Kepala Diskes PPU Diperpanjang
Kepala Disnaker Kota Samarinda Yuyum Puspitaningrum mengatakan, inovasi tersebut menjadi program perdana yang diterapkan pada Mahakam Job Fair 2026 yang digelar pada 23-24 Juli. Melalui sistem itu, pencari kerja dan perusahaan akan dipertemukan secara otomatis berdasarkan data yang telah terdaftar di aplikasi tepian.samarindakota.go.id.
"Target kami tentu sebanyak mungkin pencari kerja bisa bekerja. Makanya sekarang ada sistem auto matching yang masuk ke aplikasi Disnaker," ujarnya, Kamis (23/7).
Baca Juga: Hanya Tiga Sumber Air Baku Aman di PPU, Kumpulkan Armada Tangki Lintas Sektor
Yuyum menjelaskan, sistem tersebut menghubungkan data AK-1 atau kartu kuning pencari kerja dengan lowongan yang didaftarkan perusahaan. Nantinya, sistem akan memberikan rekomendasi perusahaan yang sesuai kepada pencari kerja, begitu pula sebaliknya.
"Jadi pencari kerja langsung mendapatkan rekomendasi perusahaan yang sesuai. Perusahaan juga mendapat informasi pencari kerja yang cocok dengan kebutuhan mereka. Ini program baru," jelasnya.
Baca Juga: Pria di Muara Ancalong Ditangkap dengan 10 Paket Sabu, Sempat Berusaha Kabur saat Diperiksa Polisi
Selama ini jumlah pencari kerja terus bertambah, sedangkan lowongan kerja di sistem akan otomatis hilang setelah masa tayangnya berakhir. Kondisi itu kerap menimbulkan anggapan bahwa lapangan kerja sangat sedikit.
"Dengan auto matching ini kami bisa memantau prosesnya. Admin bisa melihat apakah pencari kerja masih diproses, sudah diterima, atau bagaimana statusnya di perusahaan," katanya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut menjadi bagian dari program Si Jempol Naker atau sistem jemput bola pelayanan ketenagakerjaan. Melalui program itu, Disnaker ingin lebih aktif menjangkau pencari kerja dan perusahaan. "Kami ingin Disnaker sekarang aktif, tidak lagi pasif menunggu masyarakat datang," tegasnya.
Yuyum menyebut, upaya tersebut sejalan dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Samarinda. Berdasarkan data tahun 2025, angka pengangguran turun dari 5,75 persen menjadi 5,31 persen atau berkurang 0,44 persen.
Baca Juga: Bupati Paser Minta Bidan Siap Siaga di Desa dan Larang Pengajuan Mutasi
Meski demikian, ia mengakui tantangan ke depan masih besar karena masih ada sekitar 20 ribu penduduk usia produktif yang perlu mendapat kesempatan kerja. "Ini menjadi tantangan kami bagaimana mengurangi jumlah penduduk produktif yang belum bekerja. Karena bekerja itu keren," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki