Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Pampang Bakar 7.500 Meter Persegi, Api Padam dalam Empat Jam  

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Petugas BPBD melakukan penanganan kebakaran lahan di kawasan Pampang, Samarinda Utara, Senin (7/9). (HAFIZ/KP)
Petugas BPBD melakukan penanganan kebakaran lahan di kawasan Pampang, Samarinda Utara, Senin (7/9). (HAFIZ/KP)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (7/9). Api membakar lahan sekitar 7.500 meter persegi dan sempat mengancam sejumlah bangunan bekas kandang di sekitar lokasi. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita.

Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, informasi awal kebakaran diterima Katana Pampang dari warga sekitar pukul 12.00 Wita. Relawan bersama lurah kemudian melakukan pemantauan hingga laporan diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 13.30 Wita.

"Langsung kita turunkan tim dari BPBD, pertama satu unit mobil tangki 5.000 liter plus personel bersama rescue untuk membuka jalan," ujarnya.

Advertisement

Sekitar pukul 15.00 Wita, penanganan diperkuat satu unit mobil tangki dari Posko 7 Disdamkarmat bersama personel dan kendaraan pendukung. BPBD juga kembali mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Suwarso menyebut, kondisi di sekitar lokasi cukup berisiko karena terdapat sekitar empat bangunan bekas kandang. Jika api tidak segera dibatasi, kebakaran berpotensi merambat ke bangunan tersebut.

"Kendalanya pasti ada. Di samping sumber air juga sebetulnya tidak terlalu jauh, tetapi medannya sulit. Lokasinya belukar. Ketika dipadamkan di satu titik, di titik yang lain timbul asap kembali," jelasnya.

Karena itu, petugas harus memastikan seluruh titik benar-benar padam. Rumput dan belukar kering di sekitar lokasi juga mudah terbakar sehingga berpotensi memicu api kembali. "Ini memang harus dipadamkan sampai betul-betul padam supaya tidak ada potensi meluas lagi kebakaran itu," katanya.

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan antara 5.000 hingga 7.500 meter persegi. Hingga sore, petugas BPBD dan Disdamkarmat masih melakukan penyemprotan di bagian dalam lokasi untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering. Menurutnya, kesadaran masyarakat penting untuk mengurangi beban petugas yang terus menangani karhutla. Selain berpotensi meluas, kebakaran juga dapat memperburuk kualitas udara, terutama di Samarinda Utara.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas   

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas  

Prof Iwan M Ramdan mengingatkan dampak jangka panjang paparan polutan PM 2,5 akibat karhutla.

Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini   

Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini  

Prof Iwan M Ramdan menilai lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim tidak bisa dianggap sepele.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer