El Nino Mengintai hingga Akhir Tahun, Samarinda Siapkan Empat Level Status Mitigasi

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:19 WIB
WALI Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ/KP)

 

 
WALI Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Ketersediaan air baku untuk Perumda Tirta Kencana menjadi prioritas utama mitigasi, menyusul proyeksi kemarau hingga September dan peluang El Nino berlanjut sampai akhir tahun.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, El Nino harus diantisipasi dengan langkah konkret. Pemkot meningkatkan pemantauan dan koordinasi lintas sektor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), serta perangkat daerah terkait.

"Kita tidak boleh hanya sebatas sikap administratif, tapi harus ada langkah-langkah yang konkret," ujar Andi Harun.

Baca Juga: Karhutla Lalap 5 Hektare Belukar di Sangatta Utara, Padam Setelah 5 Jam  

Menurutnya, kondisi air baku saat ini masih aman. Namun, Pemkot Samarinda telah menyiapkan empat level kewaspadaan sebagai dasar mitigasi, yakni normal, waspada, siaga, dan kritis.

Pemantauan juga mencakup sektor pertanian, perikanan, ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok, rantai pasok hingga potensi dampaknya terhadap inflasi. "Kita tempatkan dulu kondisi apakah di masing-masing sektor berada di level mana, masih normal, sudah masuk waspada, siaga, atau bahkan mungkin kritis," katanya.

Baca Juga: Produksi Pisang Kaltim Turun 29,73 Ribu Ton, Wilayah Ini Jadi Penopang Utama

Pemkot menerapkan dua tahapan mitigasi, yakni periode nol hingga 30 hari dan 30 hari hingga dua bulan ke depan. Air baku menjadi prioritas karena ketersediaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

AH mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, indeks El Nino 3.4 berada di sekitar plus 1,5. Kondisi tersebut disertai proyeksi kemarau yang berpotensi berlangsung hingga September.

Baca Juga: PPU Masuk Piloting Nasional, Penyaluran Bansos Bakal Terintegrasi Digital

Peluang El Nino berlanjut ke fase moderat diperkirakan sekitar 90 persen, sedangkan peluang berlanjut dengan intensitas kuat berada di kisaran 62 persen. Kondisi tersebut menjadi dasar Pemkot meningkatkan kewaspadaan hingga akhir tahun.

"Kita enggak mau menurunkan standar. Ada data perkiraan kekeringan atau kemarau panjang berlangsung sampai September, itu kita terima sebagai data teknis yang wajib diwaspadai. Waktu dua bulan itu bukan waktu yang sedikit, jadi mitigasinya juga harus naik level," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
mitigasi kemarau el nino pemkot samarinda andi harun