Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Panas, Diskes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heat Stroke

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Kepala Diskes Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih. (HAFIZ/KP) 
Kepala Diskes Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih. (HAFIZ/KP)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Cuaca panas yang berlangsung cukup panjang di Samarinda membuat masyarakat diminta tidak lengah menjaga kondisi tubuh. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda mengingatkan risiko heat stroke atau sengatan panas, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Advertisement

Kepala Diskes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih mengatakan, perlindungan dari paparan panas menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan. Masyarakat dianjurkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti pakaian yang melindungi tubuh serta mengurangi aktivitas di bawah terik matahari.

"Yang paling penting adalah menghindari heat stroke (sengatan panas). Kita harus banyak minum, menggunakan APD dan menyesuaikan dengan keadaan, jangan terlalu terpapar panas," ujarnya.

Advertisement

Menurut dr Ismed, heat stroke berbeda dengan penyakit stroke. Sengatan panas dapat terjadi ketika tubuh mengalami paparan panas berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi, gangguan sirkulasi darah dan penurunan kesadaran.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. "Yang paling penting sebenarnya jangan sampai terjadi dehidrasi. Kalau terjadi dehidrasi, menghindarinya dengan rehidrasi. Jadi harus cukup minum," jelasnya.

Meski cuaca panas dan kasus karhutla meningkat, Diskes Samarinda belum menemukan peningkatan signifikan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dr Ismed menyebut, ISPA merupakan penyakit yang dapat terjadi sepanjang tahun dan hingga kini angkanya masih dalam kondisi normal.

"Kalau ISPA itu berlangsung sepanjang tahun. Mau cuaca panas atau tidak memang menjadi penyakit yang dominan. Sampai sekarang tidak ada peningkatan yang luar biasa," katanya.

Dr Ismed menambahkan, heat stroke perlu lebih diwaspadai ketika tubuh terpapar suhu panas ekstrem. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang pingsan, mengalami gangguan sirkulasi darah hingga penurunan kesadaran.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, tidak memaksakan diri berada di bawah terik matahari dalam waktu lama serta memastikan kebutuhan air minum tetap tercukupi. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas   

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas  

Prof Iwan M Ramdan mengingatkan dampak jangka panjang paparan polutan PM 2,5 akibat karhutla.

Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini   

Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini  

Prof Iwan M Ramdan menilai lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim tidak bisa dianggap sepele.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer