Kabut Asap Karhutla Mulai Terlihat di Samarinda, Kualitas Udara Masih Aman

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso. HAFIZ/KP
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kabut asap mulai terlihat tipis di sejumlah kawasan Samarinda. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Samarinda. Namun, hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara Samarinda masih dalam kategori baik.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kabut asap memang mulai terlihat secara kasat mata. Meski demikian, hasil pengukuran kualitas udara masih menunjukkan zona hijau. "Secara kasat mata iya, memang harus kita akui ada beberapa kabut asap. Walaupun dari pengukuran udara itu sebetulnya masih baik, warna hijau," ujar Suwarso.

Pemkot Samarinda terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga: Karantina Kaltim Percepat Layanan, Komoditas Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Kota Samarinda, kasus ISPA tercatat meningkat 22,8 persen. Namun, Suwarso menegaskan kenaikan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan paparan asap karhutla. "ISPA itu 22,8 persen. Tapi kenaikan itu apakah disebabkan oleh asap karhutla, perlu dikaji lagi," katanya.

Untuk memastikan penyebabnya, Pemkot Samarinda meminta Dinas Kesehatan dan DLH menyinkronkan data kasus ISPA dengan kondisi kualitas udara.

Jika hasil analisis menunjukkan adanya kaitan antara peningkatan ISPA dan asap karhutla, masyarakat akan diimbau meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Analisis tersebut diperlukan agar penanganan pemerintah tepat sasaran dan masyarakat mendapat informasi yang jelas terkait kondisi kesehatan serta kualitas udara. "Harus dianalisa lagi, supaya dalam penanganan itu lebih tepat sasaran dan masyarakat supaya yakin betul ternyata kenaikan ISPA itu karena asap karhutla," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
karhutla Samarinda kebakaran hutan dan lahan Samarinda ISPA Samarinda kabut asap Samarinda kualitas udara Samarinda