Kualitas Udara Samarinda Masih Kategori Sedang, Diskes Pantau Tren ISPA

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 13:13 WIB
LINGKUNGAN: Kualitas udara Samarinda masih tergolong aman di tengah ancaman asap karhutla. (RAMA/KP)

 
LINGKUNGAN: Kualitas udara Samarinda masih tergolong aman di tengah ancaman asap karhutla. (RAMA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kondisi kualitas udara Samarinda di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tergolong aman. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda mencatat kualitas udara dalam beberapa hari terakhir berada di bawah angka 50. Sementara tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) belum menunjukkan peningkatan berarti.

Baca Juga: Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Otban Wilayah VII Imbau Maskapai Utamakan Keselamatan

Kepala Diskes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, pemantauan kesehatan masyarakat dilakukan sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla dan Kekeringan akibat El Nino. Diskes secara khusus mengantisipasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan ISPA dan paparan kualitas udara.

Menurutnya, kualitas udara menjadi salah satu indikator yang terus dipantau. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara Samarinda masih berada di bawah angka 50. "Beberapa hari ini kualitas udara alhamdulillah kita masih di bawah 50 terus. Jadi, masih kualitas udara sedang," ujarnya, Minggu (6/9).

Baca Juga: Belum Lama Diperbaiki, Tambalan Besi Jembatan Lembak Bengalon Kembali Rusak

Selain kualitas udara, Diskes memantau tren harian kasus ISPA dan melaporkannya kepada Satgas. Hingga kini, tren kasus ISPA masih relatif datar dan belum menunjukkan peningkatan berarti. "Angka tren ISPA itu ya datar saja. Enggak ada kenaikan yang berarti," jelasnya.

Ismed memastikan kondisi kualitas udara Samarinda masih aman untuk aktivitas masyarakat. Hujan yang turun di sejumlah wilayah, termasuk Samarinda Seberang, turut membantu menjaga kondisi udara.

"Kalau Samarinda itu tergolong aman, apalagi kemarin itu ada hujan di beberapa tempat, seperti di Samarinda Seberang. Pokoknya kualitas udara tidak di bawah 30," katanya.

Baca Juga: Keluhan Fasilitas Teras Samarinda II Diakomodasi, Pemkot Siapkan Pembenahan  

Dengan kondisi tersebut, Ismed menilai gangguan kesehatan akibat kualitas udara masih sangat terkendali. Fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) juga dipastikan siap menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.

"Dari segi gangguan kesehatan kita masih sangat-sangat terkendali. Faskes juga siap, sangat siap, insyaallah," tegasnya.

Meski masih dalam kategori sedang, masyarakat diimbau tidak terlalu lama beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut juga berlaku bagi anak-anak yang masih bersekolah.

"Dengan kualitas udara yang sedang itu masih tidak masalah untuk beraktivitas di luar. Tetapi waktu paparannya jangan terlalu lama, di bawah delapan jam," paparnya.

Masyarakat juga diminta menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama masker dan pelindung lain seperti topi saat beraktivitas di luar ruangan. Bagi yang mengalami gangguan kesehatan, Ismed meminta agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Kalau memang ada gangguan kesehatan, ya perbanyak di rumah dan menyegerakan ke fasilitas kesehatan," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
Kota Samarinda Aman ismed kusasih kualitas udara dinas kesehatan