Krisis Air Bersih Akibat Kemarau dan Intrusi Mahakam, BPBD Samarinda Salurkan 880 Ribu Liter Air

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:18 WIB
BPBD Kota Samarinda menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kemarau panjang dan intrusi air laut di Sungai Mahakam. (Ilustrasi AI).
BPBD Kota Samarinda menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kemarau panjang dan intrusi air laut di Sungai Mahakam. (Ilustrasi AI).    

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mendistribusikan sebanyak 880.100 liter air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang serta intrusi air asin di Sungai Mahakam.

Langkah darurat ini terus digencarkan menyusul menyusutnya pasokan air baku akibat tingginya kadar salinitas air laut yang mendesak masuk ke aliran sungai utama Kota Tepian.

Baca Juga: Darurat Karhutla dan Kekeringan, BNPB Kerahkan Pesawat Modifikasi Cuaca dan 60 Ton Garam di Samarind

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengungkapkan bahwa, penyaluran air bersih tersebut telah menjangkau ratusan titik permukiman warga yang mengalami krisis air bersih paling parah.

"Sampai hari ini tercatat 880.100 liter air bersih yang sudah terdistribusi dengan total pergerakan armada menjangkau 180 titik. Saat ini unit tangki yang beroperasi penuh ada 16 unit," ujarnya, Selasa (15/9).

Baca Juga: Pedagang Belum Bergairah Naik ke Lantai 6-7 Pasar Pagi

Untuk mempercepat distribusi, BPBD Samarinda berkolaborasi dengan BPBD Kaltim, PMI, BWS, Kementerian PUPR, dan Perumda Tirta Kencana Samarinda. Satgas gabungan kini tengah menyiapkan armada bantuan berupa truk jungkit (dump truck) milik Dinas PUPR.

Sebanyak 10 unit dump truck akan dipasangi dua tandon air berkapasitas besar agar ritase distribusi bisa meningkat drastis di kawasan padat penduduk.

"Masing-masing dump truck disiapkan memuat dua tandon berukuran 2.200 liter, jadi sekali jalan bisa membawa kurang lebih 4.400 liter. Tambahan armada ini kami siapkan untuk mem-backup antrean warga yang sangat panjang di lapangan," jelas Suwarso.

Baca Juga: Antisipasi Pengetap, 8 Stasiun Pengisian BBM di Sangatta Diawasi Polisi

Suwarso mengakui penyiapan armada modifikasi tersebut sempat menemui kendala ketersediaan wadah penampung air di pasaran. Tingginya permintaan masyarakat membuat stok tandon di toko-toko perkotaan ludes terjual.

"Kami sampai bersurat secara khusus ke pabrik tandon di kawasan Tanah Merah, Samarinda Utara. Kami butuh sekitar 20 tandon untuk melengkapi 10 armada truk agar penyaluran air bersih bisa bergerak lebih cepat," tambahnya.

Baca Juga: DPRD Paser Minta Penyaluran BBM Subsidi Diperketat dan Tertibkan Pengetap  

Berdasarkan data pemetaan, wilayah Kecamatan Sambutan dan Palaran menjadi area yang paling terdampak intrusi air laut paling awal. Bahkan antrean warga masih terjadi di terminal air Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran dan Sungai Kapih.

"Petugas kami memonitor di IPA Palaran distribusi masih berlangsung sampai pukul 02.30 dini hari. Begitu pula di IPA Sungai Kapih, antrean warga berlangsung sampai pagi hari," tuturnya.

Sementara itu, dua instalasi IPA Perumda Tirta Kencana Samarinda belum dapat beroperasi penuh selama 24 jam. Kondisi tersebut dipicu kadar klorida air baku yang masih melampaui batas toleransi pengolahan. Dua IPA tersebut yakni IPA Bantuas dan IPA Palaran.

Baca Juga: Satpol PP Paser Bersiap Tertibkan Penjualan BBM Pom Mini Tak Berizin

Selain kebutuhan permukiman, kekeringan turut mengancam lahan pertanian produktif warga. Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah darurat dengan menyedot air dari tiga void atau kolam bekas tambang batu bara.

"Void yang sudah dimanfaatkan ada di Makroman untuk Kelompok Tani Harapan Baru dan menyusul Kelompok Tani Karanganyar. Selain itu ada di Tanah Merah untuk pengairan persawahan wilayah Serayu, serta satu void di kawasan Bantuas," ungkapnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda telah menguji kualitas air ketiga void tersebut dan menyatakan kandungannya aman untuk irigasi tanaman pangan, meski belum memenuhi syarat untuk konsumsi warga.

BPBD bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda kini menyiagakan mesin pompa berkapasitas besar guna mengalirkan pasokan air irigasi ke kelompok tani lain yang mulai terancam puso. (*)

Editor : Sukri Sikki
IPA Palaran Intrusi Air Asin air bersih kemarau bpbd samarinda