DPRD Samarinda Soroti Efektivitas PJJ, Akses Internet Jadi Kendala

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:29 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti. HAFIZ/KP
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diterapkan di sejumlah sekolah di Samarinda akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala keterbatasan perangkat dan akses internet sehingga belum efektif bagi seluruh siswa.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menilai, PJJ diperlukan untuk melindungi kesehatan siswa dari paparan udara buruk. Meski demikian, tidak semua siswa dan guru memiliki fasilitas pendukung pembelajaran daring.

"Kalau kita bilang efektif atau tidak, tentu tidak efektif. Saya meninjau PJJ di kawasan Sambutan kemarin dengan kondisi udara yang tidak baik," ujar Sri Puji.

Baca Juga: Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

Menurutnya, keterbatasan HP, laptop, dan jaringan internet membuat sebagian siswa kesulitan mengikuti pembelajaran. Akibatnya, kegiatan belajar berpotensi hanya berupa pemberian tugas tanpa penyampaian materi secara optimal.

"Tidak semua siswa memiliki akses HP atau internet, atau mungkin gurunya tidak punya laptop. Nah, itu kan jadi masalah," jelasnya.

Saat mengunjungi salah satu SD di kawasan Sambutan, Sri Puji melihat guru memanfaatkan laptop untuk menyampaikan materi dan memberikan tugas. Namun, metode tersebut belum menjangkau siswa yang tidak memiliki perangkat maupun akses internet.

Baca Juga: Karhutla Bontang Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Unsur Kesengajaan

Sementara itu, siswa SMP Negeri 23 Samarinda tetap mengikuti pembelajaran di sekolah. Meski demikian, mereka tidak diperbolehkan beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan udara buruk.

Sri Puji menilai, materi yang belum tersampaikan selama PJJ dapat dilengkapi saat pembelajaran tatap muka kembali berlangsung. Ia berharap kebijakan tersebut hanya diterapkan sementara hingga kualitas udara membaik. "Harapannya PJJ-nya sebentar saja, tidak seperti waktu Covid-19," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
pendidikan Samarinda kabut asap Samarinda PJJ Samarinda Berita Kaltim dprd samarinda