Krisis Air Bersih, DPRD Usul Dana Probebaya untuk Sumur Bor dan Terminal Air

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:24 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim. (HAFIZ/KP)
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim. (HAFIZ/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - DPRD Kota Samarinda mengusulkan agar dana Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dialokasikan untuk mengatasi persoalan krisis air bersih. Langkah ini dinilai mendesak menyusul kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang menyusutkan sumber air baku Perumda Tirta Kencana.

Kondisi krisis makin diperparah oleh masuknya air laut ke Sungai Mahakam, serta menyusutnya debit air di Bendungan Lempake hingga ke level kritis. Situasi tersebut menyebabkan distribusi air bersih kepada para pelanggan di berbagai wilayah Kota Samarinda sering mengalami gangguan dan terhenti.

Baca Juga: Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas  

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengeluarkan kebijakan diskresi terkait aturan pemanfaatan anggaran program tersebut.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, dana Probebaya merupakan pos anggaran riil yang sudah tersedia di tingkat rukun tetangga (RT).

"Kondisi sekarang kan memang air bakunya yang terbatas. Dalam beberapa kesempatan saya sudah mengusulkan pemkot membuat diskresi terkait alokasi pemanfaatan dana Probebaya karena dananya pasti ada. Itu bisa digunakan untuk membuat sumur bor air," ujar Rohim.

Baca Juga: TKA 2026, Kaltim Bidik Lima Besar Nasional dengan 35.455 Peserta Gelombang Pertama  

Selain pembuatan sumur bor mandiri untuk mencari sumber air alternatif, Rohim menyarankan anggaran tersebut difokuskan untuk membangun instalasi terminal air bersih di lokasi-lokasi strategis. Skema ini dirancang guna mempermudah penampungan dan pembagian air ke lingkungan warga yang terdampak paling parah.

Dalam usulannya, warga di tingkat RT atau kelurahan dapat membeli tandon penampungan air berkapasitas 12.000 liter lengkap dengan konstruksi dudukannya. Pasokan air untuk terminal penampungan itu nantinya diisi secara berkala oleh Perumda Tirta Kencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

"Sehingga per rentang RT atau per kelurahan ada pasokan cadangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kita tidak bisa menyalahkan Perumda Tirta Kencana karena kondisinya memang air baku yang kritis," tambahnya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda sebelumnya telah mengambil langkah teknis dengan membangun kanal untuk mengalirkan air dari Track Dayung menuju Bendungan Lempake demi mendongkrak debit air baku.

Rohim mendorong Pemkot Samarinda terus memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan penanganan krisis air bersih serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (*)

Editor : Sukri Sikki
sumur bor dprd samarinda abdul rohim Pro Bebaya krisis air