SAMARINDA - RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan. Baik dari segi kualitas sumber daya manusia (SDM) maupun pengembangan peralatan medis.
Salah satu fokusnya saat ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui program pendidikan dan pelatihan. Ini didukung dengan status akreditasi rumah sakit tipe A. Yang memungkinkan rumah sakit menerbitkan sertifikasi bagi tenaga medis yang diakui Kementerian Kesehatan.
Direktur RSUD AWS Samarinda dr David Masjhoer mengungkapkan, bahwa rumah sakit ini tengah berfokus pada penguatan tenaga medis dan tenaga kesehatan di bidang spesialisasi, seperti dokter anestesi, perawat kamar bedah, radiografer, dan fisikawan medik.
“SDM menjadi prioritas utama kami. Pelatihan ini juga terbuka bagi tenaga medis dari rumah sakit lain di Kaltim, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke Jawa untuk mendapatkan pendidikan dan sertifikasi,” ucapnya.
Selain penguatan SDM, RSUD AWS juga mengupayakan pembaruan alat-alat medis, terutama peralatan radioterapi yang sudah beroperasi sejak 2017. Dalam upaya ini, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh dalam pengadaan fasilitas medis modern, seperti pembaharuan teknologi radioterapi yang lebih efektif dan presisi.
RSUD AWS Samarinda berkomitmen menyediakan layanan kesehatan paripurna, dari diagnosa hingga rehabilitasi. David menambahkan, bahwa rumah sakit ini juga memiliki salah satu unit rehabilitasi medik dengan kunjungan tertinggi di Kaltim yang menangani berbagai kasus, termasuk rehabilitasi tumbuh kembang anak.
“Salah satu program andalan RSUD AWS adalah program ‘Tepis Lara’, yang bertujuan memberikan dukungan bagi keluarga atau pendamping pasien, terutama dalam kasus kanker. Peran caregiver sangat penting, karena mereka sering mengalami tekanan psikologis yang sama beratnya dengan pasien,” imbuhnya.
Program ini memberikan wadah bagi pendamping pasien untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dalam merawat anggota keluarga yang sakit, sehingga mampu menyediakan perawatan yang menyeluruh atau holistik bagi pasien.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan pasien dan keluarganya di Kaltim,” harapnya. (adv/as/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan