Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BI Balikpapan Paparkan Kondisi Ekonomi Terbaru, Properti Resindesial Tumbuh 1,31 Persen

Ajie Chandra • Jumat, 9 Mei 2025 | 14:32 WIB

Photo
Photo
BEBER DATA: Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi (tengah) saat silahturami bersama media Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menggelar acara silaturahmi bersama media dalam rangka menyampaikan perkembangan terkini kondisi ekonomi di wilayah Balikpapan, Senin (5/4).

Acara ini mengungkap sejumlah indikator penting terkait harga properti, keyakinan konsumen, inflasi, serta transaksi tunai dan non-tunai di awal tahun 2025.

Salah satu sorotan utama adalah kenaikan harga properti residensial di pasar primer Balikpapan yang tumbuh 1,31 persen (yoy) pada Triwulan I 2025. Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga properti tipe besar, meskipun penjualan unit menurun 22% dibanding triwulan sebelumnya.

Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi  menegaskan komitmen BImendukung sektor perumahan melalui peningkatan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dari 4  persen menjadi 5 persen.

Sementara itu, keyakinan konsumen tetap berada dalam zona optimis dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2025 mencapai 130,5, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh persepsi positif terhadap pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan daya beli masyarakat.

“Inflasi Balikpapan tercatat sebesar 1,51 persen (yoy), lebih rendah dari nasional. Penyumbang inflasi terbesar antara lain tarif listrik, emas perhiasan, sawi hijau, LPG rumah tangga, dan ikan layang,” terangnya.

Dari sisi sistem keuangan, kredit perbankan tumbuh 3,15 persen (yoy) pada Maret 2025, didorong oleh kredit konsumsi. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif 0,20 persen. Transaksi tunai selama Ramadan dan Idulfitri 2025 menunjukkan penurunan outflow uang pecahan besar, namun peningkatan uang pecahan kecil. Selain itu, jumlah uang palsu yang ditemukan menurun 16 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sektor digital, penggunaan QRIS menunjukkan capaian positif dengan 34,69 persen dari target volume transaksi 2025 telah tercapai. Lebih dari 239 ribu merchant telah tergabung di wilayah kerja Balikpapan. KPwBI Balikpapan juga aktif mendorong elektronifikasi di lingkungan Pemda, di mana seluruh daerah di bawah koordinasinya telah berstatus “Digital”.

Melalui edukasi publik seperti program “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” dan kampanye Festival Non Tunai Nusantara (FENTURA), Bank Indonesia terus memperkuat literasi keuangan dan inklusi digital di masyarakat. (*)

Editor : Ismet Rifani
#BI BALIKPAPAN #Silaturahmi Media #Robi Ariadi