Ziarah dilakukan usai pelaksanaan upacara yang digelar di halaman Balai Kota. Kepala Dinas Kesehatan Alwiati memimpin jalannya ziarah yang dihadiri staf Dinas Kesehatan, keluarga nakes yang gugur, dan para kepala Puskesmas di Balikpapan. Hadir pula Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan, Bangun Cahyo Utomo beserta staf.
Alwiyati mengatakan, Pemkot Balikpapan menjadikan tradisi luhur ziarah ke makam pahlawan kesehatan Covid-19 untuk selalu mengenang, mengirimkan doa bersama dan tetap terus berada membersamai keluarga.
"Ini sekaligus untuk mengingatkan kembali bagaimana Covid sudah meluluhlantakan seluruh sendi kehidupan, terutama bagi kita tenaga kesehatan. Banyak tenaga kesehatan kita yang terpapar yang akhirnya tidak sanggup bertahan dalam menghadapi Covid," ungkap Alwi, sapaan akrabnya.
Ia berharap, perjuangan para nakes selama masa pandemi bisa menjadi semangat inspirasi bagi semua insan kesehatan. "Semoga ini juga menjadi pelajaran berharga buat kita untuk lebih siap lagi menghadapi jika suatu saat ternyata pandemi datang dan harapan kita tidak datang lagi cukuplah berakhir di 2022," harapnya.
Dirinya pun berharap para pejuang Covid yang telah meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga yang almarhum telah perjuangkan dan memberikan karya-karya baik, hingga meninggal dunia dalam keadaan syahid karena pandemi Covid-19. Mereka walau secara fisik tidak ada bersama kami lagi, namun cita-cita, perjuangan, dan semangatnya akan selalu kami ambil untuk menjadikan kami semua bersama-sama berkarya lebih baik,” ungkap Alwi.
Ia pun mengingatkan kepada seluruh nakes untuk terus berjuang bersama, jangan menyia-nyiakan perjuangan para nakes pejuang Covid-19 yang telah gugur saat masa pandemi tersebut.
“Mari teruskan perjuangan dengan mengisi pembangunan bidang kesehatan di Kota Balikpapan maupun untuk Indonesia pada umumnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para keluarga besar nakes yang gugur selama pandemi. “Kami selalu mendoakan agar keluarga, bapak dan ibu tetap menjadi keluarga yang tangguh dan menjadi bagian keluarga besar insan kesehatan Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Adapun para nakes yang kini dinobatkan Diskes Kota Balikpapan sebagai Pahlawan Kesehatan Covid-19 Kota Balikpapan yakni almarhum dr Sriyono dan dr HM Subandi dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Syukriati yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Balikpapan Baru, dr Agyan Reswanedro dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan.
Selain itu, dr Rizqoni Noor Imam dari Puskesmas Muara Rapak, dr Fadjar Nur dari RS Pertamina Balikpapan. Kemudian almarhum Semaun Gaharu dan dr Djailani, serta seorang perawat, yakni Dadang Hari Santoso dari RS dr Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Kemudian ditambah 1 tenaga kesehatan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan.
Bangun Cahyo Utomo mengungkapkan bahwa keikut sertaan BKK Kelas I Balikpapan selain dalam rangka HKN juga sekaligus memperingati Hari Pahlawan.
"Bagi kami mereka yang telah gugur merupakan pahlawan dan jasa mereka sangat penting untuk kita teladani bahwa dengan kegigihan mereka bisa melakukan penanganan Covid 19 hingga mempertaruhkan jiwa dan raganya," ujar Bangun Cahyo Utomo.
Ia pun berharap perjuangan mereka menjadi panutan bagi seluruh insan tenaga kesehatan untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk bangsa.
"Di sini kami sekaligus berziarah ke dua rekan kami yakni Pak Sabilal Rasyad serta Pak Musi. Harapan kami ke depan agenda ini akan terus kita lakukan sebagai penghormatan kepada mereka," ungkapnya. (*)