KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan menggelar sosialisasi penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbaru bagi klinik dan bidan praktik mandiri yang dipusatkan di Hotel Pacific, Kamis (4/12).
Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman dan memastikan para bidan menerapkan pedoman terbaru dalam mendampingi ibu hamil, bayi, dan balita.
Diikuti 90 peserta, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati dan menghadirkan narasumber Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga Diskes Balikpapan, Nanik Sri Wahyuni.
Nanik menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar bidan dapat mengoptimalkan penggunaan buku yang berisi informasi penting dan pencatatan layanan kesehatan tersebut, yang juga dapat membantu mempermudah skrining pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri.
“Jadi sebenarnya Buku KIA itu sudah lama ada, namun terus mengalami pembaruan, versi terbaru diterbitkan 2024, jadi terdapat banyak penambahan informasi yang mungkin belum dipahami, maka diperlukannya sosialisasi ini,” jelas Nanik.
Ia mengungkapkan bahwa dalam Buku KIA terbaru terdapat banyak informasi yang harus dipahami seluruh bidan, seperti adanya grafik penambahan berat badan ibu hamil, skrining risiko Preeklampsia yaitu salah satu penyebab kematian ibu.
“Selama ini sosialisasi sudah kita lakukan kepada bidan, dokter, tenaga kesehatan di Puskesmas. Untuk hari ini sasarannya merupakan bidan praktek mandiri dan klinik. Karena pemberi pelayanan ke bidan itu tidak hanya dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit, banyak juga melalui praktek bidan mandiri,” terangnya.
Nanik menuturkan, sebagai alat pemantauan kesehatan ibu dan bayi, Buku KIA sangat bermanfaat bukan hanya untuk tenaga kesehatan, tetapi juga bagi ibu, pendamping ibu hamil hingg kader tenaga kesehatan.
“Manfaat buku ini banyak, selain sebagai alat pemantauan, alat screening, deteksi dini, juga sebagai alat komunikasi dari nakes satu ke lainnya, dari kader ke nakes di Puskesmas hingga rumah sakit,” ucapnya.
Ia pun berharap dengan adanya sosialisasi ini, para bidan dan klinik mandiri dapat menerapkan pemanfaatan Buku KIA secara maksimal. “Kita akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi penggunaannya, yang dilakukan setiap satu semester,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani