Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari Karawang ke 70 Negara, Sinergi Buruh dan Manajemen Jadi Kunci Sukses Bridgestone

Agus Prayitno • Senin, 20 April 2026 | 11:00 WIB
Menaker Yassierli (kedua kiri) hadir di Karawang saat penandatanganan PKB XVI Bridgestone Indonesia, dorong sinergi pekerja dan manajemen.
Menaker Yassierli (kedua kiri) hadir di Karawang saat penandatanganan PKB XVI Bridgestone Indonesia, dorong sinergi pekerja dan manajemen.

KALTIMPOST.ID – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, hadir langsung dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI. Acara berlangsung di pabrik PT Bridgestone Tire Indonesia di Karawang pada Kamis (16/4).

Penandatanganan PKB periode 2026–2028 ini melibatkan manajemen dan serikat pekerja. Momentum ini menjadi simbol komitmen menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Yassierli memberikan apresiasi terhadap kolaborasi kedua pihak. Ia menilai hubungan industrial di perusahaan ini sudah berada pada tahap maju.

“Kita ingin hubungan industrial naik kelas, tidak hanya harmonis tetapi juga proaktif dan transformatif,” ujar Yassierli. Ia menambahkan bahwa pekerja dan perusahaan perlu memiliki visi bersama untuk meningkatkan daya saing.

Menurutnya, terdapat lima level maturitas hubungan industrial di Indonesia. Level tersebut meliputi terfragmentasi, patuh, harmonis, proaktif, dan transformatif.

Baca Juga: Cek Harga Perak Antam Terbaru 20 April 2026: Turun Tajam Usai Akhir Pekan yang Manis

Yassierli menilai Bridgestone Indonesia berada di antara level proaktif dan transformatif. Ia berharap perusahaan dapat terus meningkatkan kualitas hubungan industrialnya.

“Diharapkan bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia,” kata Yassierli. Ia juga menyoroti bahwa secara nasional, tingkat kematangan hubungan industrial masih beragam.

Sementara itu, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menaker. Ia menilai dukungan pemerintah memberi motivasi bagi seluruh karyawan.

Mukiat menjelaskan bahwa Bridgestone Indonesia tidak hanya memenuhi pasar domestik. Produk ban perusahaan telah menembus lebih dari 70 negara di dunia.

“Produk kami telah diekspor ke negara dengan standar tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Jepang,” ujar Mukiat. Ia menyebut keberhasilan ini lahir dari kolaborasi dan program peningkatan keterampilan karyawan.

Ia menegaskan bahwa daya saing perusahaan didukung oleh prinsip operasional SEQCD. Prinsip ini mencakup keselamatan, lingkungan, kualitas, biaya, dan pengiriman.

Pada aspek lingkungan, pabrik Karawang meraih peringkat emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara pabrik Bekasi memperoleh peringkat hijau atas kinerja lingkungannya.

Dalam hal kualitas, Bridgestone mengusung filosofi “tires carry life”. Standar kualitas ban di Indonesia disamakan dengan standar global dari Jepang.

Baca Juga: Lulusan SMA Merapat! Ada 380 Kursi di Bea Cukai, Berminat? Cek Segera Jadwal Pendaftarannya

Direktur HRGA Bridgestone Indonesia, Yunus Triyonggo, turut menambahkan pandangannya. Ia menyebut perusahaan juga menerapkan filosofi 4P dalam peningkatan produktivitas.

“Menaker mengapresiasi praktik 4P dan inovasi ergonomi yang kami lakukan,” kata Yunus. Ia berharap praktik terbaik ini bisa ditiru perusahaan lain di Indonesia.

Yunus menegaskan PKB ke-16 ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat langkah Bridgestone menghadapi masa depan industri.

Editor : Agus Prayitno
#Bridgestone Indonesia