BALIKPAPAN – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama Puskesmas Kelurahan Manggar memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui edukasi kepada masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan penyakit, kegiatan tersebut juga bertujuan menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Sosialisasi yang digelar pada 17 Juli 2026 di Kampung KB Dian Khinasih, Kelurahan Manggar, itu melibatkan Kader Peduli HIV/AIDS dan IMS (KAPHAS), program inovasi yang diinisiasi Kelurahan Manggar dan hingga kini menjadi satu-satunya program kader peduli HIV/AIDS dan IMS di Kalimantan Timur.
Peserta yang terdiri dari masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat memperoleh edukasi mengenai cara penularan HIV, langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan, hingga penanganan berdasarkan informasi medis yang benar.
Baca Juga: Media Gathering 2026, Pama Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang
Dalam pemaparannya, dr. Agung menegaskan HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari sehingga masyarakat diharapkan tidak memberikan perlakuan diskriminatif kepada ODHIV.
"Pemahaman yang benar sangat penting agar masyarakat mampu memberikan dukungan dan perlakuan yang setara kepada Orang dengan HIV/AIDS," ujarnya.
Perwakilan Puskesmas Kelurahan Manggar, Nurminingsih, mengatakan keberhasilan pengendalian HIV/AIDS tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat.
Karena itu, keberadaan KAPHAS dinilai menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan informasi yang benar, melakukan edukasi secara berkelanjutan, serta mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan IMS.
Sebagai program berbasis masyarakat, KAPHAS dibentuk untuk memperkuat promosi kesehatan melalui kader-kader yang telah mendapatkan pelatihan. Mereka bertugas mengedukasi masyarakat, meluruskan berbagai mitos mengenai HIV/AIDS, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi ODHIV.
Hingga saat ini, KAPHAS menjadi program kader peduli HIV/AIDS pertama dan satu-satunya di Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan tersebut, PT Pamapersada Nusantara menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, Rudyanto Putra S, mengatakan edukasi mengenai HIV/AIDS dan IMS merupakan investasi sosial yang penting untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan saling menghargai.
"Kami percaya bahwa upaya pencegahan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, perusahaan, dan masyarakat. Melalui sinergi bersama Puskesmas Kelurahan Manggar dan KAPHAS, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS dan IMS, sekaligus mampu menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan penuh kepedulian," ujarnya.
Puskesmas Kelurahan Manggar mengapresiasi dukungan PAMA dalam memperkuat program promotif dan preventif di bidang kesehatan. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan efektivitas program pencegahan HIV/AIDS dan IMS.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Dengan meningkatnya literasi masyarakat, angka penularan HIV/AIDS dan IMS diharapkan dapat ditekan, sementara stigma terhadap ODHIV semakin berkurang.
Sinergi antara PAMA, Puskesmas Kelurahan Manggar, dan KAPHAS diharapkan terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, peduli, dan inklusif.