KALTIMPOST.ID - Proyek mobil nasional garapan PT Pindad dipastikan tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan dinas pertahanan, melainkan juga siap dipasarkan secara luas kepada masyarakat umum mulai akhir 2028.
Kabar baik perkembangan industri otomotif dalam negeri tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta. Saat ini, fasilitas perakitan dan pabrik mobil nasional tersebut tengah disiapkan di kawasan Subang, Jawa Barat.
Setia membeberkan bahwa proses pembangunan pabrik di Subang tersebut saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan atau land clearing. Fasilitas modern ini ditargetkan siap melakukan perakitan massal dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
"Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang. Dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir," ucap Setia saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, yang dilansir dari Detikoto, Kamis (10/9).
Kemenperin sendiri memegang mandat resmi dari pemerintah untuk menyusun seluruh regulasi dan peta jalan pendukung operasional mobil nasional tersebut. Sinergi kebijakan ini disiapkan guna mematangkan kesiapan ekosistem kendaraan buatan anak bangsa agar mampu berdaya saing.
Baca Juga: Nopol Mobil Bekas Sudah Terdaftar QR Code Pertalite, Jangan Panik! Begini Solusinya
"Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," tambah Setia.
Pabrik Baru untuk Pasar Publik
Dalam forum rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty sempat menanyakan secara langsung arah sasaran pasar mobil buatan Pindad tersebut. DPR ingin kejelasan apakah kendaraan ini nantinya khusus diperuntukkan bagi Kementerian Pertahanan (Kemhan) atau dapat dinikmati publik secara komersial.
Menanggapi pertanyaan dewan, Setia menerangkan bahwa ada pemisahan jalur produksi yang jelas antara fasilitas pabrik Pindad lama dengan pabrik baru di Subang. Fasilitas perakitan yang beroperasi di Bandung tetap ditugaskan untuk menyuplai kebutuhan armada militer dan kementerian.
"Jadi kalau pabrik sekarang itu memang kebutuhan Kemhan, Bu, yang ada di Bandung sekarang. Dan untuk yang dijual ke publik itu nanti yang mobil nasional itu adalah yang diproduksi di Subang," sebut Setia menegaskan.
Perkuat Ekosistem Komponen Lokal
Guna menopang keberlangsungan produksi mobil Pindad ini, pemerintah juga mulai merancang peta pasokan suku cadang secara terintegrasi. Kemenperin memastikan bahwa sebagian besar rantai pasok komponen kendaraan akan mengandalkan kekuatan industri manufaktur di dalam negeri.
"Ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesain, ada beberapa ekosistem yang nanti akan terlibat, dan tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri," pungkas Setia.
Langkah pemisahan basis perakitan di Subang ini diharapkan menjadi awal terwujudnya kemandirian industri otomotif nasional yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : detikoto