Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balikpapan Bisa Manfaatkan Anak DAS Wain untuk Sumber Air Baku, Potensi 500 Liter Per Detik

Dina Angelina • Kamis, 8 Agustus 2024 | 19:07 WIB

Sungai Wain memiliki potensi sebagai sumber air baku di Balikpapan.
Sungai Wain memiliki potensi sebagai sumber air baku di Balikpapan.
 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Selain Waduk Manggar dan Waduk Teritip, salah satu satu potensi sumber air baku untuk Balikpapan adalah dengan memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wain.

Sementara ini sudah ada tiga embung konservasi dan Bendungan Wain Pertama yang memanfaatkan DAS Wain.

Balikpapan memiliki peluang untuk membangun Bendungan Wain dengan kapasitas volume 4,2 juta meter kubik. Terbagi 200 liter per detik untuk Pertamina dan 400 liter per detik untuk Balikpapan.

“Sebenarnya sudah pernah dibangun pelimpah sekitar 2010,” ungkap Sekretaris Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Kaltim Eko Wahyudi 

Sayang karena permasalahan sosial, rencana tersebut belum terdengar kabarnya lagi hingga sekarang.

Selain sulit melakukan pembebasan lahan, aksesnya juga terbatas. Kala itu, Pemkot Balikpapan tidak begitu melirik.

Padahal di sana terdapat daerah tangkapan air (DTA) Bugis, anak dari DAS Wain. Jaraknya sekitar 34,05 kilometer persegi dengan Baikpapan.

 “Itu berada di dalam hutan lindung dan kualitas air pasti terjaga,” bebernya.

Menurutnya, jika membangun bendungan tidak perlu terlalu tinggi hanya sekitar 4-5 meter. Potensinya bisa 400-500 liter per detik untuk Balikpapan.

 “Itu tidak mengurangi suplai Pertamina yang selama ini mengambil sumber dari Sungai Wain,” imbuhnya.

Eko menambahkan, kajian dan bangunan pelimpah sudah ada. Namun karena tidak ada tindak lanjut, kondisi pelimpah sudah tidak begitu baik. Sandaran pelimpah hilang di bagian kiri.

“Karena belum dilalukan pembebasan lahan. Jadi beberapa infrastruktur di sekitar Balikpapan belum terkonstruksi karena permasalahan sosial dalam hal ini pembebasan lahan,” tuturnya. Itu membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan pusat. (*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#balikpapan #air #balikpapan krisis air