KALTIMPOST.ID, Paus sperma (Physeter macrocephalus) berukuran 15 meter yang berada di pinggir Pantai Teritip Balikpapan, ditemukan dalam keadaan mati pada Jumat (27/9).
Matinya mamalia laut besar dengan berat 40 ton ini memantik perhatian warga sekitar dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie melalui Ahli Muda Pengelola Ekosistem Pesisir dan Laut BPSPL Pontianak, Wilayah Kerja Balikpapan, Hetty P Effendi, melaporkan informasi bahwa paus sudah tidak bernyawa di Pantai Teritip Balikpapan.
Matinya hewan mamalia laut besar, pihaknya akan segera melakukan evakuasi. Ia juga sempat mengamati kondisi paus yang tidak ada pergerakan.
“Jadi paus ini sudah dalam keadaan mati. Kami amati setengah jam memang tidak ada pergerakan dan hembusan nafas dari paus,” ucapnya kepada Kaltim Post.
Hetty juga belum bisa memastikan lebih lanjut mengenai matinya paus tersebut. Jadi pihaknya akan melakukan nekropsi atau autopsi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
“Kami tidak bisa memastikan (jadi) perlu nekropsi oleh dokter hewan,” ungkapnya.
Namun, setelah melihat kondisi langsung saat proses penyelamatan paus ke perairan lebih dalam sejak 25-26 September 2024, Hetty menduka paus mati akibat sakit dan kelelahan selama berada di perairan dangkal.
“Kalau dugaan sementara karena sakit dan kelelahan,” ucapnya.
Senada, Pengawas Perikanan atau Waskan, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Hery Saputro, mengatakan atas matinya paus rencananya akan dilakukan nekropsi.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam penyebab kematian dari mamalia laut besar ini mati. Setelah dilakukan proses nekropsi baru dilakukan proses penenggelaman terhadap tubuh paus.
“Kami akan tarik paus ke tengah laut untuk ditenggelamkan,” ucap Hery.
Selain itu, dia menyebutkan beberapa paus pernah terdampar di perairan Balikpapan.
Paus tersebut ada yang mati dan ada yang masih hidup. Mulai paus pembunuh palsu atau false killer ditemukan di Pantai Lamaru, Balikpapan Timur di 2009 dalam keadaan mati.
“Lalu paus pembunuh kerdil ditemukan di Manggar Baru pada Juni 2019 tapi masih dalam keadaan hidup. Tepat pada Desember 2019, paus bergigi sikat ditemukan di kawasan Pantai Lanud Domber, Sepinggan Raya dalam keadaan mati,” sebutnya.
Adapun baru-baru ini yaitu paus sperma memiliki panjang sekitar 15 meter. Dirinya bersama tim gabungan sudah berupaya menyelamatkan paus dengan menarik ke perairan yang lebih dalam.
Namun, memasuki hari kelima paus sudah ditemukan mati di perairan Balikpapan.
Diwartakan sebelumnya, selama dua hari tim gabung melakukan proses penyelamatan paus di Pantai Teritip pada 25-26 September 2024. Memang sudah ditemukan kalau tubuh paus luka lecet.
Selain luka lecet, selama berada di perairan dangkal, tubuh paus terpapar langsung dengan sinar matahari yang membuat tubuh paus mengalami terkelupas.
Hery mengatakan, tubuhnya berukuran sangat besar sekitar 15 meter dan diperkirakan beratnya 40 ton. Jadi biasanya paus semacam ini berada di laut dalam.
“Saat terdampar paus tidak bisa nyelam sama sekali, sehingga badanya terkena sinar matahari dan ini yang membuat badannya terkelupas,” ujar Hery.
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Hernawati