KALTIMPOST.ID, Delapan partai pengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, Benny Laos-Sarbin Sehe, sepakat mengusulkan Sherly Tjoanda, istri mendiang Benny Laos, sebagai calon gubernur pengganti di Pilkada Maluku Utara 2024. Keputusan ini diambil setelah rapat koalisi yang digelar pada Minggu (13/10/2024).
Juru bicara pasangan Benny-Sarbin, Muksin Amrin, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dari koalisi partai yang meliputi Partai NasDem, Demokrat, PAN, PKB, PPP, Partai Buruh, PSI, dan Partai Gelora.
"Rapat koalisi memutuskan untuk mengusulkan Ibu Sherly Tjoanda menggantikan posisi Benny Laos sebagai calon gubernur," ungkap Muksin.
Sherly diusulkan karena dianggap sebagai sosok yang paling tepat untuk melanjutkan perjuangan mendiang Benny Laos, terutama dalam mewujudkan program-program yang telah direncanakan.
"Ini adalah langkah untuk melanjutkan cita-cita besar almarhum Benny Laos dalam membangun Maluku Utara," lanjut Muksin.
Baca Juga: Kabid Humas Polda Kaltim Ajak Personel Polres Bontang Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Namun, keputusan final masih menunggu persetujuan dari Sherly Tjoanda. Muksin mengungkapkan bahwa tim koalisi akan segera berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Sherly.
"Selasa ini, tim akan ke Jakarta untuk meminta persetujuan langsung dari Ibu Sherly," jelasnya.
Jika Sherly menerima usulan tersebut, partai koalisi akan segera mengurus dokumen administratif seperti B1.KWK untuk diusulkan ke KPU Provinsi Maluku Utara.
"Jika setuju, kita akan langsung melengkapi syarat administratif dan mengajukan penggantian calon ke KPU dalam tujuh hari," tambah Muksin.
Baca Juga: Netizen Indonesia Serbu Instagram Wasit Omar Al Ali Jelang Laga China vs Indonesia
Namun, jika Sherly menolak, partai koalisi sudah menyiapkan rencana cadangan atau plan B.
"Ada alternatif lain jika beliau menolak, tapi saat ini kita fokus pada plan A, yakni meminta persetujuan beliau," jelas Muksin lebih lanjut.
KPU Maluku Utara sendiri telah merespons insiden meninggalnya Benny Laos. Komisioner KPU Maluku Utara, Reni Sarifuddin Banjar, menyatakan bahwa pihaknya menunggu pengajuan resmi dari koalisi partai pengusung terkait penggantian calon.
"Kami akan menunggu pemberitahuan resmi dan dokumen akta kematian dari partai pengusung," kata Reni.
Lebih lanjut, Reni juga menjelaskan bahwa proses pencetakan surat suara untuk Pilkada Maluku Utara belum dimulai.
"Surat suara belum dicetak, kecuali untuk pemilih tuna netra yang terlanjur dicetak dan sudah kami minta untuk dibatalkan," tambahnya.
Benny Laos meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat di perairan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Sabtu (12/10/2024). Insiden ini juga menyebabkan enam penumpang lainnya meninggal dunia.
Kini, nasib pencalonan gubernur Maluku Utara bergantung pada keputusan Sherly Tjoanda.
Jika Sherly bersedia, proses pergantian calon akan segera berjalan sesuai ketentuan KPU, dan partai pengusung akan mengajukan nama Sherly sebagai calon gubernur. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini