KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan kabinet pemerintahannya yang diberi nama Kabinet Merah Putih, dengan total 48 menteri.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Sjafrie Sjamsoeddin, yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Pengumuman ini disampaikan pada Minggu (20/10/2024) malam, dan pelantikan dijadwalkan Senin (21/10/2024) di Istana Merdeka.
Sjafrie Sjamsoeddin bukan sosok baru di bidang pertahanan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan di bawah kepemimpinan Prabowo sejak 2019.
Prabowo menegaskan, “Sjafrie adalah figur yang tepat untuk meneruskan visi pertahanan Indonesia di masa yang penuh tantangan ini.”
Jenderal bintang tiga ini memiliki karier militer yang panjang dan cemerlang. Ia pernah bertugas di Kopassus dan turut serta dalam beberapa operasi penting, termasuk Operasi Seroja di Timor Timur, serta operasi di Aceh dan Papua.
Selain itu, Sjafrie juga memiliki pengalaman sebagai Pangdam Jaya selama masa krisis 1998.
Hubungan Prabowo dan Sjafrie bukan hanya sebatas rekan kerja. Keduanya merupakan sahabat lama sejak Akademi Militer di Magelang.
Sjafrie dan Prabowo lulus bersama pada 1974, meskipun Prabowo masuk akademi satu tahun lebih awal. “Kami sudah seperti saudara sejak masa taruna,” ungkap Sjafrie dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Bobby the Cat Temani Prabowo di Istana: Jangan Lupa Room Tour Ya Bob…
Karier militer Sjafrie semakin bersinar ketika ia ditugaskan sebagai Komandan Grup A Paspampres, posisi yang membuatnya dekat dengan Presiden Soeharto.
Pengalaman ini semakin memperkuat reputasinya sebagai sosok yang tegas dan berwibawa.
Salah satu momen yang paling menegangkan dalam karier Sjafrie adalah ketika ia hampir terlibat dalam baku tembak dengan pengawal Perdana Menteri Israel, Yitzak Rabin, pada kunjungan Soeharto di New York pada 1995.
Insiden ini terjadi ketika pengawal Rabin bersikap arogan dan melanggar protokol keamanan yang ditetapkan oleh Paspampres.
“Saat itu, mereka mengeluarkan senjata. Tapi, saya sudah siap dan lebih dulu menodongkan pistol ke pengawal itu,” kenang Sjafrie.
Insiden ini nyaris berubah menjadi pertempuran senjata di hotel tempat Soeharto menginap, namun berakhir damai setelah pengawal Rabin meminta maaf.
Selain karier militernya, Sjafrie juga memiliki pengalaman yang luar biasa di dunia pemerintahan.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertahanan.
Pengalaman ini menjadikannya sosok yang sangat memahami dinamika pertahanan Indonesia, baik dari sudut pandang militer maupun kebijakan.
Sjafrie diakui sebagai orang yang memiliki kedekatan khusus dengan Prabowo. Banyak yang menyebutnya sebagai salah satu "anak ideologis" Prabowo, karena pandangan dan prinsip yang sejalan dalam hal pertahanan dan kedaulatan negara.
Penunjukan Sjafrie sebagai Menteri Pertahanan menegaskan kepercayaan Prabowo terhadap sahabat lamanya ini.
"Saya percaya bahwa Sjafrie adalah orang yang tepat untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara ini," kata Prabowo dalam pidatonya.
Dengan pengalaman panjang di bidang militer dan pemerintahan, Sjafrie diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan Indonesia.(*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini