KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Seiring dengan potensi besar kuliner, sektor lain seperti seni pertunjukan, seni musik, serta kriya dan wastra juga diprediksi akan terus tumbuh.
Dalam konteks ini, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kaltim Erwiantono mengatakan, pasar untuk acara kreatif, terutama musik, semakin berkembang.
“Pasca-pandemi, tren bleisure—perpaduan antara bisnis dan leisure—menjadi semakin kuat. Event musik misalnya, dapat menjadi penggerak sektor lainnya, seperti pameran produk UMKM, kuliner, hingga wastra. Musik sebagai bentuk hiburan bisa menarik banyak orang dan menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan para pengunjung,” katanya.
Sektor musik, menurut dia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang masif dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Ia mencatat bahwa baik acara musik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.
“Musik dan seni pertunjukan memang belum menjadi unggulan tapi sudah masuk pada tahap potensial. Jika musik didorong, sektor lain akan ikut naik dan terkanalisasi. Ini adalah momentum yang sangat baik bagi ekonomi kreatif Kaltim,” ungkapnya.
“Peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan komunitas penggiat ekraf adalah langkah penting untuk memaksimalkan potensi ini,” ujarnya.
Program unggulan yang diinisiasi ialah creative hub, ruang kreatif yang saat ini berlokasi di ex- Bandara Temindung Samarinda. Creative Hub digadang dapat mendukung pelaku ekraf dalam mengembangkan ide dan bisnis mereka. Hal ini, memberikan ruang bagi para pengusaha kuliner, seniman, hingga pengembang aplikasi untuk saling berkolaborasi dan berbagi inovasi.
“Creative hub ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing daerah, karena memberikan dukungan dalam hal pelatihan, kapasitas, dan pemasaran,” jelasnya.
Pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengembangan usaha ekraf, khususnya bagi para pengusaha kuliner dan kriya. “Saat ini, banyak pelaku usaha ekraf yang belum memanfaatkan platform digital secara maksimal. Inovasi dalam pemasaran dan distribusi produk melalui media digital akan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku ekraf untuk merambah pasar global,” ujarnya.
Potensi besar di sektor-sektor kreatif, Erwiantono yakin bahwa ekonomi kreatif di Kaltim akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kami optimistis bahwa tahun 2025 akan menjadi titik balik bagi sektor ekonomi kreatif di Kaltim untuk naik ke level yang lebih tinggi. Semua ini akan terwujud jika kita terus bekerja sama dan mendukung perkembangan ekosistem yang sudah kami bentuk,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie