"Kami minta bantuan dan mendesak, agar pelaku bisa tertangkap dan diadili," kata ayah kandung korban, Nur Khalim di Blitar, Sabtu dini hari.
Ia mengaku sangat sedih dengan kondisi anaknya yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi. Ia pun tidak tahu apakah anaknya mempunyai musuh atau tidak.
"Saya tidak tahu (punya musuh atau tidak). Yang jelas ketika pulang memberi makan saya, anaknya, ke mbahnya," kata dia.
Sementara itu, jenazah Uswatun sudah tiba di rumah duka yakni rumah ibu kandungnya di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (24/1) malam, setelah dibawa dari Ngawi.
Jenazah ditaruh di kotak dan sudah dalam keadaan bersih, sehingga saat tiba di rumah duka langsung bisa digelar Salat Jenazah.
Camat Garum Arinal Huda mengatakan, banyak warga yang mengantarkan istirahat terakhir korban. Jenazah dibawa ke tempat pemakaman dengan mobil pikap.
"Jenazah datang dibawa mobil ambulans dan ditaruh peti. Jadi, kami tidak tahu isinya. Informasinya jenazah sudah bersih tinggal dishalatkan saja," kata dia.
Kasus pembunuhan beserta mutilasi itu berawal dari temuan mayat wanita tanpa kepala dalam koper pada Kamis (23/1) di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Jasad wanita tersebut tidak utuh saat ditemukan. Tubuhnya ditaruh di dalam koper dalam koper tertutup berwarna merah dan terbungkus seperti paket.
Warga yang penasaran dengan koper tersebut lalu membukanya dan terlihat ada tubuh manusia setengah telanjang yang mulai membusuk. Kasus itu lalu dilaporkan ke polisi.
Saat ditemukan, jasad tersebut dalam keadaan tidak lengkap. Tubuh korban tanpa kepala di dalam koper. Kemudian kaki kiri mulai pangkal paha tidak ada dan kaki kanan mulai lutut tidak ada.
Polisi juga melakukan autopsi pada tubuh korban. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian korban diduga karena kekurangan nafas akibat terhambat jalan pernapasan, kemungkinan akibat cekikan.
Selain kekurangan napas, korban diduga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia. Kapolsek Garum AKP Punjung juga mengungkapkan bahwa korban adalah UK (29), warga warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Hal itu didapatkan dari keterangan keluarga yang datang langsung ke Ngawi. (*)
Editor : Almasrifah