KALTIMPOST.ID-Fakta mengejutkan terungkap dalam pra-rekonstruksi kasus penembakan terhadap Dedy Indrajid Putra (34).
Aksi keji tersebut ternyata dirancang dengan sangat matang, hanya beberapa meter dari pintu utama sebuah tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (4/5).
Sebanyak sembilan pelaku terlibat aktif. Masing-masing memegang peran penting mulai dari pengintai, pengawas, hingga penjaga di sekitar lokasi kejadian.
Aksi itu dimulai pada pukul 23.00 Wita. Salah satu pelaku, Fatur, yang dikenal dengan sapaan Fatui, datang lebih dulu ke lokasi hiburan tersebut. Dia masuk ke THM untuk memantau dan memastikan keberadaan target utama.
Di dalam, Fatui melihat istri korban yang telah tiba lebih awal sebelum dijemput oleh sang suami (Dedy).
Temuan itu langsung dikonfirmasikannya ke rekan-rekan satu timnya, yakni Satar, Ula, Sugeng, Aril, Law, dan Andos. Keenam pelaku lainnya awalnya berada di THM lain di Jalan Mulawarman, sebelum akhirnya bergeser ke lokasi penembakan.
Setibanya di tempat, para pelaku berpencar. Ada yang berjaga di sekitar pintu masuk, di dalam mobil, hingga di seberang jalan dari THM tersebut.
Sekitar pukul 03.00 Wita, Dedy tiba di lokasi. Tak lama setelahnya, Fatui memberi kabar kepada Ula, dan dia pun memberi kabar kepada eksekutor utama, Ijul, bahwa target telah berada di tempat.
Pukul 04.15 Wita, saat Dedy keluar dari THM dan berjalan sejauh 10 meter ke arah toko ban Bridgestone, Ijul pun bergerak.
Mengendarai sepeda motor berwarna hitam, sang eksekutor melawan arah sejenak, memutar balik, lalu mendekati korban hingga jarak sekitar 1,5 meter.
Dalam jarak sedekat itu, Ijul melepaskan lima tembakan menggunakan senjata api yang diduga jenis revolver enam silinder dengan kaliber 3.8 mm. Tembakan tersebut mengenai sejumlah area vital tubuh korban.
Luka tembak tercatat di bagian dada kiri atas, bawah dada dengan jarak sekitar 15 sentimeter, perut kiri samping, punggung kiri bagian atas dan bawah, serta pinggang.
Proyektil juga ditemukan di leher belakang kanan samping dan perut bawah, menunjukkan arah tembakan yang mematikan. Salah satu luka bahkan menyebabkan kerusakan fatal pada tulang iga belakang dan menghancurkan limpa korban.
Dari hasil visum, penyebab kematian korban adalah luka tembak dari jarak dekat yang mengenai dinding trakea dan organ vital lainnya. Dedy tewas seketika di tempat kejadian.
“Jelas tergambar dalam pra-rekonstruksi ini bahwa masing-masing pelaku memiliki peran tersendiri dalam rangkaian pembunuhan ini,” tegas Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar, Rabu (7/5) sore.
Hendri menambahkan, total ada 42 adegan dalam pra-rekonstruksi yang dilakukan. Skema perencanaan dimulai dari THM di Jalan Mulawarman, kemudian bergeser ke THM di Jalan Imam Bonjol, tempat eksekusi dilakukan.
“Setelah ini kami akan mulai menyusun berkas perkara. Bila dinilai cukup, segera kami kirimkan ke jaksa penuntut umum,” pungkas Hendri. (rd)
EKO PRALISTIO
pralistioeko@gmail.com
Editor : Romdani.