KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ramai di media sosial, potongan video Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati disebut-sebut menyebut guru sebagai “beban negara”. Faktanya, pernyataan itu keliru dan hasil potongan rekaman.
Dalam pidatonya di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025 di Bandung, awal Agustus lalu, Sri Mulyani justru menyoroti soal rendahnya gaji guru dan dosen.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu tantangan keuangan negara, apakah seluruhnya ditanggung APBN atau perlu ada partisipasi masyarakat.
“Belanja pendidikan dari gaji sampai tunjangan memang besar. Banyak yang bilang jadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya kecil. Ini yang menjadi tantangan,” ucap Sri Mulyani.
Total anggaran pendidikan tahun ini mencapai Rp724,3 triliun, atau 20 persen dari belanja negara. Dari jumlah itu, sebagian dialokasikan untuk belanja pegawai di sektor pendidikan.
Kemenkeu memastikan, sepanjang pidato Sri Mulyani tidak ada kalimat “guru beban negara”. Ungkapan itu muncul dari video editan yang beredar dan viral di media sosial.
Video tersebut sempat menuai komentar miring warganet, tapi juga ada yang menilai hanya hasil pelintiran. Sejumlah akun pemeriksa fakta di X (Twitter) pun memastikan pernyataan itu hoaks.
Editor : Uways Alqadrie