KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Proyek strategis pembangunan Terowongan Samarinda yang menghubungkan Jalan Sultan Alimudin di Kecamatan Sambutan, menuju arah Jalan Kakap, Kecamatan Samarinda Ilir, struktur utamanya sudah rampung.
Megaproyek yang menelan anggaran sekitar Rp 395 miliar bersumber dari APBD Samarinda itu diperkirakan pada akhir tahun masuk dalam tahap uji komisioning.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Deasy Damayanti membenarkannya. Untuk struktur utama terowongan sudah selesai dikerjakan. "Kalau dihitung-hitung, Desember nanti sudah bisa dilaksanakan uji komisioning," ucapnya beberapa waktu lalu.
Namun, Deasy menggarisbawahi, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan, yakni pengerjaan tambahan penguatan dinding terowongan sebagai langkah antisipasinya. Sebab, penguatan struktur dinding itu diperlukan pasca-insiden longsor di lereng terowongan sisi kanan inlet Jalan Sultan Alimudin, Mei lalu.
"Nah, kalau untuk terowongannya sendiri sudah selesai. Hanya menambah pengerjaan untuk penguatan," tuturnya. Untuk uji komisioning, Deasy memastikan bahwa itu tahapan yang penting. Karena memastikan keseluruhan bangunan bisa berjalan optimal dan memenuhi standar keamanan, sebelum nantinya dikatakan layak digunakan.
Disinggung perihal pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) yang terjadi apakah terdampak terhadap pengerjaan penambahan itu, Deasy belum bisa memerinci, namun memastikan tidak berdampak signifikan.
"Kami belum bahas itu. Yang diminta itu aksesori lampu, bukan bagian bangunan utama. Karena kalau bangunan utamanya sudah selesai," pungkasnya.
Editor : Dwi Restu A