KALTIMPOST.ID-PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali menekankan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyusul kecelakaan yang menimpa karyawan subkontraktor dari PT Semen Indonesia Logistik (Silog) di lokasi operasional RDMP Lawelawe, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (28/10).
Insiden tragis ini mendorong manajemen KPB untuk lebih mengintensifkan penerapan protokol keselamatan di setiap tahapan operasional. Asep Sulaeman, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, dalam keterangan tertulis Rabu (29/10) menyatakan kesedihan dan duka cita mendalam atas musibah yang dialami pekerja mitra mereka tersebut.
Asep menyampaikan simpati dan doa agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kehilangan ini.
“Kami menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas tragedi ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam melewati masa sulit ini,” kata Asep.
Asep juga menegaskan bahwa KPB, berkoordinasi dengan PT Silog, saat ini fokus pada penanganan korban serta pemberian dukungan psikologis dan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Fokus utama kami saat ini adalah mengutamakan penanganan bagi korban, dan memastikan dukungan moril tersedia untuk keluarga yang berduka,” tambahnya.
Saat ini, investigasi menyeluruh sedang dilaksanakan oleh otoritas terkait guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. “Temuan dari investigasi akan menjadi landasan bagi kami untuk merumuskan langkah-langkah korektif dan preventif demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan,” jelas Asep.
PT Kilang Pertamina Balikpapan bertekad untuk terus menjamin bahwa standar K3 yang ketat diterapkan di seluruh wilayah kerja, mencakup area yang melibatkan mitra kerja dan subkontraktor.